Trump: Pelaku Penembakan di Gedung Putih Tulis Manifesto Kebencian terhadap Kristen

- Senin, 27 April 2026 | 00:00 WIB
Trump: Pelaku Penembakan di Gedung Putih Tulis Manifesto Kebencian terhadap Kristen
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara soal insiden penembakan yang terjadi di acara gala dinner Gedung Putih. Menurut dia, pelaku ternyata menulis semacam manifesto. Isinya? Kebencian terhadap orang Kristen.

"Orang itu sakit," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip AFP, Minggu (26/4/2026). "Begitu Anda baca manifestonya, jelas dia benci Kristen."

Trump juga bilang, keluarga pelaku sendiri sudah lama merasa ada yang tidak beres. Mereka bahkan sempat melaporkan hal ini ke pihak berwenang.

"Saudara perempuannya atau mungkin saudara laki-lakinya mereka mengeluhkan soal ini. Mereka melapor ke penegak hukum. Orang ini benar-benar bermasalah," ujarnya.

Nah, peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 25 April. Waktu itu Trump sedang menghadiri jamuan makan malam bersama Asosiasi Jurnalis Gedung Putih di Hotel Hilton, Washington DC. Suasana acara yang semula meriah mendadak berubah tegang. Penembakan terjadi di luar ballroom tepat di lokasi acara berlangsung.

Semua orang yang ada di dalam langsung diminta berlindung. Ada yang sembunyi di bawah meja, ada juga yang merebahkan tubuh di lantai. Agen Secret Service bergerak cepat. Mereka langsung berlari ke arah Trump dan Melania yang sedang berada di atas panggung.

Keduanya langsung dievakuasi. Begitu pula Wakil Presiden JD Vance. Semua digiring keluar dari area berbahaya.

Bukan cuma mereka. Beberapa pejabat tinggi lainnya juga ikut diamankan. Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy, dan Menteri Keuangan Scott Bessent semua dibawa ke tempat yang lebih aman.

Pelaku sendiri sudah ditangkap. Namanya Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Motif di balik aksinya masih terus didalami, tapi dari pernyataan Trump, kebencian terhadap agama tampak menjadi salah satu pemicunya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar