Veda Ega Pratama baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa. Di sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam kemarin, pembalap muda asal Indonesia itu berhasil naik podium untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ya, dia finis ketiga di seri Moto3 Kejuaraan Dunia. Sebuah pencapaian monumental yang langsung mengangkat namanya ke peringkat tiga klasemen sementara.
Balapannya sendiri penuh drama. Di lap ke-15, insiden serius memaksa panitia mengibarkan bendera merah. Perlombaan dihentikan. Dinamika pun berubah total saat balapan dimulai ulang, dengan hanya tersisa lima lap untuk bertarung.
Veda, yang sempat terlempar ke posisi sepuluh, tampaknya justru menemukan ritmenya. Dengan tenang tapi pasti, dia mulai menyalip satu per satu. Momentumnya pas. Di lap-lap penentuan, dia berhasil mengamankan posisi ketiga, di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli.
Naik Turun di Trek dan Klasemen
Perjalanannya ke podium tidak mulus. Start dari grid keempat, Veda sempat melesat ke posisi ketiga. Namun, beberapa insiden di tengah balapan membuatnya merosot dulu ke urutan tujuh, bahkan sempat ke sepuluh. Nasib sedikit berbalik ketika David Almansa, yang memimpin lomba, terjatuh. Veda naik satu peringkat, dan dari sanalah dia mulai merangkak kembali dengan agresif.
Hasil di Brasil ini jelas lompatan besar. Dua pekan lalu di Thailand, debut Moto3-nya "hanya" berbuah posisi lima. Kini, dengan 27 poin di kantong, dia duduk manis di papan atas klasemen. Maximo Quiles masih memimpin dengan 45 poin, disusul Alvaro Carpe (29 poin). Jaraknya tipis. Semua masih mungkin.
Luapan Emosi Sang Pembalap
"Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan."
Itu pengakuan jujur Veda usai turun dari motornya. Wajahnya masih basah oleh peluh, tapi senyumnya lebar. "Tapi inilah pencapaian terbesar saya hingga sekarang," ujarnya, suaranya terdengar bergetar penuh emosi.
Dia tak lupa mengucap terima kasih. "Untuk masyarakat Indonesia, sponsor, dan tentu saja keluarga saya yang menyaksikan dari rumah. Ini untuk kalian semua."
Namun begitu, di balik kegembiraan itu, ada sikap rendah hati yang menonjol. Veda memastikan bahwa dirinya tidak akan berpuas diri. Fokusnya sudah tertuju pada seri berikutnya, pada perbaikan performa, dan tentu saja, pada mimpi yang lebih tinggi lagi.
Artikel Terkait
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas
Arsenal Incar Jeremy Monga, Bisa Kumpulkan Tiga Pemain Termuda Premier League