Di sisi lain, Prabowo melihat keuntungan nyata dari kesepakatan ini. Ia menyebut ada 1.819 komoditas strategis nasional yang bakal menikmati tarif nol persen untuk masuk ke pasar AS. Komoditas seperti kopi dan minyak sawit termasuk di dalamnya.
“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” kata dia.
Lalu, bagaimana dengan langkah Malaysia yang membatalkan perjanjian serupa? Prabowo memilih bersikap tenang. Pemerintah, imbuhnya, akan bersikap rasional. Prinsipnya tetap satu: mengutamakan keuntungan nasional di atas segalanya.
“Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat 9,23%, Lebih dari 10 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum
Manchester City Juara Piala Liga Inggris ke-9 Usai Kalahkan Arsenal 2-0
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen