JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto punya penegasan keras. Dalam setiap kebijakan, termasuk perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut Agreement on Reciprocal Trade (ART), ia menjamin kepentingan nasional tak akan pernah dikorbankan. Semua prosesnya, katanya, sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. Salah satu poinnya adalah penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.
“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” tegas Prabowo, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, ada keistimewaan yang didapat Indonesia dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pemerintah tetap punya ruang untuk bernegosiasi ulang jika di kemudian hari ada hal yang dirasa merugikan.
“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” ujarnya.
Klausul semacam ini, klaim Prabowo, adalah sesuatu yang langka. “Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” tuturnya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat 9,23%, Lebih dari 10 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum
Manchester City Juara Piala Liga Inggris ke-9 Usai Kalahkan Arsenal 2-0
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen