London masih basah oleh hujan sore itu, tapi suasana di Wembley justru memanas. Final Piala Liga Inggris 2025/2026 mempertemukan dua raksasa: Arsenal dan Manchester City. Dan ketika pertandingan usai, skor papan penunjuk tak berbohong. Manchester City keluar sebagai pemenang dengan skor telak 2-0, mengukuhkan dominasi mereka di kompetisi ini.
Dua gol kemenangan itu datang beruntun dari kaki atau lebih tepatnya kepala Nico O’Reilly. Pemain muda itu menjadi pahlawan dengan mencetak gol pada menit ke-60 dan ke-64. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan City pada gelar Piala Liga Inggris kesembilan mereka. Bagi Pep Guardiola, ini adalah trofi kelimanya di ajang ini.
Dari awal laga, City memang terlihat lebih menguasai permainan. Mereka seperti punya magnet di kaki, mempertahankan bola dengan tingkat penguasaan yang mencapai 63 persen. Arsenal sebenarnya tak sepenuhnya pasif; mereka menciptakan tujuh peluang, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Tapi, di sinilah ceritanya berubah.
Penampilan kiper jadi pembeda yang krusial. James Trafford, sang penjaga gawang City, tampil luar biasa. Dia mementahkan tiga peluang berbahaya Arsenal dengan penyelamatan yang menentukan. Di sisi lain, Kepa Arrizabalaga di gawang Arsenal mengalami malam yang kurang beruntung.
Kesalahan kecilnya pada menit ke-60 berbuah petaka. Umpan silang Rayan Cherki dari sayap kanan gagal dia tangkap sempurna. Bola yang terlepas itu langsung disambut sundulan O’Reilly dari jarak dekat. Gol!
Arsenal belum sempat membenahi barisan, City sudah menambah keunggulan. Hanya berselang empat menit, Matheus Nunes mengirimkan umpan silang lain. Lagi-lagi, O’Reilly yang muncul, menyundul bola dengan akurat ke sudut gawang. Kepa hanya bisa terdiam. Dua gol dalam waktu singkat itu seperti pukulan telak yang membuat Arsenal limbung.
Mereka berusaha bangkit, tentu saja. Tapi usaha The Gunners untuk membongkar pertahanan City terasa mandek. Peluang-peluang serius sulit mereka dapatkan di sisa waktu. Alhasil, skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini menegaskan City sebagai kekuatan nyata di Piala Liga. Gelar kesembilan mereka berbicara banyak. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini memperpanjang catatan suram: hanya dua gelar dari sembilan final yang pernah mereka jalani.
Berikut susunan pemain yang turun di laga final tersebut:
ARSENAL (4-2-3-1): Kepa Arrizabalaga; Ben White (Gabriel Jesus 83’), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie (Riccardo Calafiori 67’); Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Kai Havertz (Noni Madueke 67’), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83’); Viktor Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta.
MANCHESTER CITY (4-1-4-1): James Trafford; Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Nathan Ake, Nico O’Reilly; Rodrigo Hernandez; Antoine Semenyo, Rayan Cherki (Phil Foden 90 1’), Bernardo Silva, Jeremy Doku; Erling Haaland.
Pelatih: Pep Guardiola.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan CNG sebagai Alternatif Pengganti LPG 3 Kg untuk Tekan Impor
Indonesia di Pot Terendah Undian Piala Asia 2027, Berpeluang Kembali Hadapi Jepang dan Irak
Pelatih Timnas U-17 Instruksikan Pemain Tak Berpuas Diri Usai Kalahkan China, Fokus Hadapi Qatar
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis