"Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," jelas Alfian kepada awak media.
Dugaan sementara, aksi keji itu terjadi pada Kamis malam, 19 Maret. Baru dua hari kemudian, tepatnya Sabtu pagi, kejadian itu terbongkar.
Ibu korban, B, lah yang pertama kali merasa ada yang tidak beres. Dia mendatangi kontrakan anaknya di Jalan Daman I, Bambu Apus, sekitar pukul tiga pagi. Pintu terkunci rapat. Kakak korban, A, yang kemudian memaksa masuk.
Pemandangan mengerikan langsung menyambut. DA terbaring tak bergerak di lantai. Kondisi darah di sekitarnya sudah mengering, menunjukkan kejadian telah berlangsung cukup lama.
Tim dari Polres Metro Jaktim segera bergerak. Hasil pemeriksaan awal di TKP menemukan luka sayatan di leher korban. Semua petunjuk kini tengah disatukan untuk mengungkap kronologi sebenarnya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Tertinggi 60%
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Ragunan Dibanjiri 30 Ribu Pengunjung di H+1 Lebaran
Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi Polri dan TNI adalah Tuntutan Rakyat