Tak lupa, Putin juga menyentuh peristiwa yang menyakitkan bagi Iran. Dia mengutuk keras pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei, mendiang pemimpin tertinggi Iran. Putin menyebut tindakan itu sebagai sebuah “perbuatan sinis”.
Namun begitu, hubungan strategis antara Rusia dan Iran ini memang kompleks. Keduanya punya kerja sama yang erat, meski jarang terang-terangan membicarakan detail kerja sama pertahanan. Ada garis yang coba dijaga Moskow.
Rusia berulang kali menyatakan keberatannya terhadap ambisi nuklir Iran. Moskow jelas tidak ingin Teheran mengembangkan bom atom. Kekhawatirannya, langkah semacam itu bisa memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah skenario yang justru akan memperparah keadaan.
Jadi, di satu sisi ada tangan yang diulurkan, di sisi lain ada batasan yang dijaga. Itulah dinamika persekutuan mereka saat ini: solidaritas di tengah badai, tapi dengan perhitungannya sendiri-sendiri.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi