BARCELONA Kekalahan 2-1 dari Real Sociedad di Reale Arena meninggalkan rasa pahit yang dalam bagi Barcelona. Bukan cuma skor akhirnya yang bikin kesal, tapi juga bagaimana perjalanan pertandingannya. Mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa, setelah bola berkali-kali membentur tiang dan beberapa gol dibatalkan. Frustrasi? Sudah pasti.
Di tengah kekecewaan itu, sorotan banyak tertuju pada wasit Jesus Gil Manzano. Sejumlah keputusannya di lapangan menuai tanya, bahkan kecaman langsung dari pemain.
Frenkie de Jong, yang bertindak sebagai kapten malam itu, tak menyembunyikan amarahnya. Saat diwawancarai DAZN usai laga, gelandang Belanda itu meluapkan isi hatinya.
“Anda bahkan tidak bisa diajak bicara. Saya benar-benar tidak paham. Sebagai kapten, saya berhak menyampaikan sesuatu, tapi dia memandang saya seolah-olah dia makhluk superior. Sungguh memuakkan. Sikap seperti itu tidak pantas,” ujar De Jong, suaranya terdengar kesal.
Dia pun menyebut satu momen yang menurutnya keterlaluan: kartu kuning yang dia terima hanya karena mengingatkan wasit soal waktu.
“Saya cuma bilang untuk diperhatikan waktunya, karena eksekusi penalti mereka lama banget. Belum sampai sepuluh detik pun! Eh, malah dapat kartu. Gila, sih. Tapi ya sudahlah,” tegasnya dengan nada pasrah.
Soal gol Lamine Yamal yang dianulir, De Jong terdengar lebih menerima. Meski ada kabar bahwa itu sebenarnya tidak offside.
“Kalau memang offside, ya sudah. Kita bisa apa? Saya sendiri tidak lihat rekamannya, tapi kata orang-orang sih sah. Mirip kejadian tahun lalu di sini. Tapi ya, namanya juga sepak bola,” katanya.
Bicara performa tim, De Jong mengakui ada yang kurang tajam di depan gawang. Tapi dia yakin timnya sebenarnya pantas dapat hasil lebih baik.
“Menurut saya, kami layak menang. Ciptaan peluang banyak, permainan juga bagus. Tapi sepak bola ya urusan mencetak gol. Kami gagal di situ, dan kiper mereka memang luar biasa hari ini,” jelasnya.
Kritik terhadap wasit Manzano tak hanya datang dari lapangan. Dari sisi pinggir lapangan, manajer Hansi Flick juga menyuarakan hal serupa. Kekesalan itu sama, berasal dari keputusan-keputisan yang dianggap merugikan.
Kini, Barcelona harus segera melupakan laga ini. Fokus sudah beralih ke Liga Champions, di mana mereka akan menjamu Slavia Praha. Ujian berikutnya sudah menunggu.
Artikel Terkait
Persija Jamu Persis Solo demi Asa Juara, Laskar Sambernyawa Berjuang Hindari Degradasi
PSM Makassar Waspadai Gempuran Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como