Prof. Irfan Syauqi Beik Raih Gelar Dekan Terbaik Dunia dari London School of Digital Business 2025
Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, berhasil meraih penghargaan internasional bergengsi sebagai Dekan Terbaik Tahun Ini (Principal/Dean of the Year). Acara penganugerahan LSDB’s Educational Awards Programme 2025 berlangsung di Sharjah Chamber of Commerce and Industry Building, Uni Emirat Arab, pada Kamis (6/11/2025).
Penghargaan ini diberikan langsung oleh London School of Digital Business (LSDB), mengukuhkan posisi Prof. Irfan dan FEM IPB di kancah global. Dalam pernyataannya, Sabtu (8/11/2025), Prof. Irfan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang telah diumumkan online sejak 25 September 2025 tersebut.
Sebagai pakar ekonomi syariah, Prof. Irfan mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FEM IPB University. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja sama dan perjuangan seluruh civitas akademika dalam menjadikan FEM IPB sebagai salah satu fakultas ekonomi dan manajemen terbaik di Indonesia.
“Penghargaan ini bukan sekadar rekognisi atas pencapaian saya pribadi, melainkan pengakuan terhadap kinerja seluruh civitas akademika FEM dan IPB secara umum. Tanpa dukungan penuh Rektor dan pimpinan IPB, mustahil FEM bisa berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Irfan menjelaskan bahwa penghargaan ini membuka peluang kerjasama internasional yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan visi IPB University untuk memimpin kerjasama antar universitas di kawasan Selatan-Selatan, termasuk dengan perguruan tinggi di Eropa Timur, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
“Kami bertekad membangun ekosistem kerjasama yang lebih kuat. Beberapa inovasi IPB, seperti Model CIBEST sebagai alat ukur kemiskinan dan kesejahteraan, telah mulai digunakan secara masif di Malaysia dan beberapa negara di Afrika Barat,” tandasnya, menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan
Kecelakaan Beruntun di Tol Surabaya-Gempol Diduga Akibat Hilang Konsentrasi
Gerindra Minta Maaf dan Copot Atribut HUT Usai Kritik Masyarakat
Prabowo Serukan Persatuan Nasional di Munajat MUI Istiqlal