Prabowo Serukan Persatuan Nasional di Munajat MUI Istiqlal

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:50 WIB
Prabowo Serukan Persatuan Nasional di Munajat MUI Istiqlal

Suasana di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026) lalu, terasa khusyuk namun penuh makna. Di acara bertajuk "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030", Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas dan menggugah. Intinya satu: persatuan nasional adalah kunci utama untuk menyelamatkan bangsa ini.

Di hadapan para ulama dan tokoh masyarakat, Prabowo mengajak semua elemen bangsa untuk bergerak. Melakukan perubahan nyata, mulai dari diri sendiri. Ia lalu mengutip Surat Ar-Ra'd ayat 11, yang intinya, nasib suatu kaum takkan berubah kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya.

"Kita ingat dengan Surat Ar-Ra'd ayat 11. Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri,"

Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremoni. Ini momentum penting, simbol harmonisasi yang nyata antara ulama dan umara. Tema munajat untuk keselamatan bangsa, dalam pandangannya, adalah jawaban yang pas untuk menjawab kegelisahan yang sedang melanda.

"Tema ini sangat tepat. Tema ini menjawab masalah yang kita hadapi. Keselamatan bangsa hanya bisa kita hasilkan kalau kita bersatu. Kita hilangkan curiga di antara kita, kita hilangkan perbedaan masa lalu, kita hilangkan rasa benci,"

Ia tak menampik bahwa perbedaan dan persaingan politik itu hal yang wajar. Bahkan, itu bagus untuk demokrasi. Namun begitu, ada batasnya. Setelah semua proses demokrasi usai, yang harus diutamakan adalah kepentingan bangsa yang lebih besar. "Setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa," sambungnya.

Prabowo juga melontarkan apresiasi tinggi. Dunia, katanya, kini melihat Indonesia sebagai role model. Itu berkat peran para ulama yang telah membangun citra Islam yang damai, sejuk, dan jauh dari kebencian.

"Kita hormati semua. Hormati semua umat, hormati semua kaum. Itulah contoh yang diberi oleh ulama-ulama Indonesia,"

Di akhir sambutannya, nada optimisme itu jelas terdengar. Karakter umat Islam Indonesia yang adil dan damai, menurutnya, adalah kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang membuat bangsa ini diperhitungkan.

"Kita sekarang menjadi contoh bagi seluruh dunia. Umat Islam yang sejuk, umat Islam yang tidak mengujar kebencian, umat Islam yang mengutamakan perdamaian, umat Islam yang tidak takut dengan menegakkan keadilan,"

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar