Dunia kembali menahan napas. Presiden AS Donald Trump baru saja memberi ultimatum keras kepada Iran: buka Selat Hormuz dalam 48 jam, atau listrik di Teheran akan dipadamkan. Ancaman itu langsung mengguncang kawasan.
Namun, Iran sama sekali tak gentar. Balasan mereka datang cepat dan tak kalah keras. Lewat siaran Al Jazeera, militer Iran mengancam akan menghancurkan semua infrastruktur energi milik AS dan Israel yang tersebar di Timur Tengah, jika pembangkit listrik mereka jadi sasaran serangan.
Ancaman itu diperjelas oleh juru bicara mereka, Ebrahim Zolfaghari dari Komando Pusat Khatam al-Anbiya.
Artikel Terkait
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat
Toyota Luncurkan Alphard XE, Varian Hybrid Termurah di IIMS 2026
Sistem Satu Arah Diberlakukan Lagi di Jalur Puncak Menuju Jakarta
Mantan Suami Siri Warga Negara Irak Ditangkap sebagai Tersangka Pembunuhan di Bambu Apus