20.000 Pelaut Terjebak di Teluk Persia Akibat Blokade Selat Hormuz

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:30 WIB
20.000 Pelaut Terjebak di Teluk Persia Akibat Blokade Selat Hormuz

Bayangkan saja, di tengah teriknya laut, ancaman kekurangan air bersih dan bahan bakar menjadi momok yang sangat nyata bagi para awak kapal.

Krisis ini berawal dari eskalasi konflik bersenjata. Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Langkah paling berdampak adalah pemblokiran total Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi minyak dunia.

Menghadapi situasi pelik ini, Stawpert menekankan perlunya kerja sama. "Kita perlu bekerja sama dengan negara-negara pemilik bendera kapal dan negara-negara regional untuk menemukan solusi yang memastikan kapal-kapal ini dapat dipasok kembali," paparnya.

Jadi, di balik hiruk-pikuk berita perang, ada puluhan ribu nyawa manusia yang menanti jalan keluar. Nasib mereka kini bergantung pada diplomasi dan kerja sama internasional yang mendesak.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar