Lalu lintas kapal di Selat Hormuz benar-benar macet total. Penyebabnya? Perang. Imbasnya, sekitar 20.000 pelaut kini terkatung-katung di perairan Teluk Persia, terperangkap di atas kapal mereka sendiri.
Kekhawatiran terbesar saat ini adalah soal pasokan logistik dasar. John Stawpert, Direktur International Chamber of Shipping (ICS) yang berbasis di London, mengonfirmasi hal itu. ICS sendiri bukan organisasi sembarangan; asosiasi ini mewakili kepentingan lebih dari 80 persen armada kapal dagang global.
"Ada 20.000 pelaut di atas 3.000 kapal dari berbagai jenis yang terjebak di Teluk Persia," ujar Stawpert, seperti dilansir AFP akhir pekan lalu.
Dia melanjutkan dengan nada was-was, "Kami telah mendapat beberapa laporan tentang pasokan bahan bakar minyak. Kami juga khawatir dengan kemampuan beberapa kapal tersebut untuk menghasilkan air minum."
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Kaji Cara Hidupkan Kembali E-Commerce Lokal
Istri Tahanan KPK Bawa Pulang Jatah Makanan Suami Saat Kunjungan Lebaran
Rhoma Irama Sumbang Rp100 Juta untuk Musisi Dangdut yang Belum Terima Royalti
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla