Tapi usulnya itu mentah. Baik sekutu tradisional seperti Inggris dan Prancis, maupun pesaing seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, semuanya menolak. Mereka tampaknya tak tertarik.
Meski begitu, Trump tetap bersikap. Dalam postingannya, ia menawarkan bantuan dengan syarat. "Jika diminta, kami akan membantu negara-negara tersebut dalam upaya mereka di Hormuz, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan setelah ancaman Iran dihilangkan," katanya.
Ia bahkan menyebut, menjaga selat itu seharusnya bukan perkara sulit bagi negara-negara pengguna. "Intinya, itu akan menjadi operasi militer yang mudah bagi mereka," klaimnya.
Sementara di medan perang, Trump memberi sinyal lain. Ia mengklaim tujuan perang AS hampir tercapai dan mengisyaratkan adanya penurunan skala operasi militer. Sebuah pernyataan yang mungkin ingin memberi kesan bahwa situasi mulai terkendali, meski di lapangan tembak masih terus berbunyi.
Artikel Terkait
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla
BMKG Waspadai Hujan Lebat di Tiga Provinsi Saat Puncak Mudik Lebaran 2026
WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Kelaparan Global
Pemerintah Rencanakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM