WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Kelaparan Global

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB
WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Kelaparan Global

Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah bukan cuma soal geopolitik. Dampaknya ternyata jauh lebih luas, menyentuh hal yang paling mendasar: pangan. Program Pangan Dunia (WFP) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius. Menurut mereka, perang ini berpotensi mendongkrak angka kelaparan global ke level tertinggi yang pernah tercatat.

Carl Skau, Wakil Direktur Eksekutif WFP, bicara blak-blakan. "Kalau konflik ini masih berlangsung sampai Juni," ujarnya, "bisa ada tambahan 45 juta orang yang terlempar ke dalam kelaparan akut. Penyebabnya sederhana: harga melambung."

Pernyataannya itu dilansir dari Xinhua akhir pekan lalu. Intinya, situasinya memang genting.

Operasi kemanusiaan di seluruh dunia sudah merasakan imbasnya. WFP sebagai badan PBB yang ujung tombak soal bantuan pangan, merasakan betul tekanan ini. Setiap hari, ribuan truk mereka hilir mudik mengantarkan bantuan. Tapi sekarang, segalanya jadi lebih sulit dan lebih mahal.

“Seiring meningkatnya kekerasan yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini,” jelas Skau, “waktu pengiriman bantuan molor. Biayanya pun membengkak.”

Angkanya konkret: biaya pengiriman mereka naik sekitar 18 persen. Lonjakan harga minyak dunia jadi biang keroknya. Akibatnya, mereka terpaksa mengambil langkah-langkah pahit. Di Sudan, jatah makanan untuk komunitas yang terancam kelaparan terpaksa dipangkas. Sementara di Afghanistan, yang bisa mereka dukung cuma satu dari empat anak yang menderita kekurangan gizi akut. Sungguh situasi yang memilukan.

Masalahnya nggak cuma di minyak. Skau juga angkat bicara soal pupuk. Selat Hormuz yang macet total bikin pasar pupuk global ikut-ikutan kacau. Padahal, seperempat suplai pupuk dunia lewat jalur sempit itu. Gangguan di sana efeknya berantai ke mana-mana.

Pada akhirnya, yang paling dirugikan adalah keluarga-keluarga biasa. Skau menekankan, melambungnya harga pangan dan bahan bakar bisa bikin mereka tak lagi sanggup beli kebutuhan pokok. Negara-negara yang sangat bergantung pada impor, menurutnya, akan jadi yang paling terpukul.

Jadi, peringatan dari WFP ini jelas bukan sekadar prediksi. Ini adalah gambaran nyata tentang krisis yang sedang mengembang. Dan kita semua, entah langsung atau tidak, mungkin akan merasakan gelombangnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar