Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah bukan cuma soal geopolitik. Dampaknya ternyata jauh lebih luas, menyentuh hal yang paling mendasar: pangan. Program Pangan Dunia (WFP) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius. Menurut mereka, perang ini berpotensi mendongkrak angka kelaparan global ke level tertinggi yang pernah tercatat.
Carl Skau, Wakil Direktur Eksekutif WFP, bicara blak-blakan. "Kalau konflik ini masih berlangsung sampai Juni," ujarnya, "bisa ada tambahan 45 juta orang yang terlempar ke dalam kelaparan akut. Penyebabnya sederhana: harga melambung."
Pernyataannya itu dilansir dari Xinhua akhir pekan lalu. Intinya, situasinya memang genting.
Operasi kemanusiaan di seluruh dunia sudah merasakan imbasnya. WFP sebagai badan PBB yang ujung tombak soal bantuan pangan, merasakan betul tekanan ini. Setiap hari, ribuan truk mereka hilir mudik mengantarkan bantuan. Tapi sekarang, segalanya jadi lebih sulit dan lebih mahal.
“Seiring meningkatnya kekerasan yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini,” jelas Skau, “waktu pengiriman bantuan molor. Biayanya pun membengkak.”
Artikel Terkait
Juventus Gagal Maksimalkan Peluang, Imbangi Sassuolo 1-1 di Turin
Rudal Iran Hantam Dimona, Balasan Serangan ke Fasilitas Nuklir Natanz
Prabowo Gelar Salat Id Bersama Penyintas dan Buka Istana untuk Silaturahmi Lebaran
Djarot Saiful Hidayat Pangling Lihat Perubahan Ruang Kerja di Balai Kota Jakarta