Polda Riau Ganti Halal Bihalal dengan Bagikan Bibit Pohon di Idul Fitri

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB
Polda Riau Ganti Halal Bihalal dengan Bagikan Bibit Pohon di Idul Fitri

Suasana Idul Fitri tahun ini di Riau terasa berbeda. Di tengah gemuruh saling maaf-memaafkan, Polda Riau punya cara unik untuk bersilaturahmi. Alih-alih menggelar pesta atau open house, mereka justru membagikan "parsel" istimewa: seribu bibit pohon untuk anggota dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menyelaraskan perayaan Hari Kemenangan dengan peringatan Hari Hutan Sedunia yang jatuh pada tanggal yang sama.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan bahwa ini adalah tindak lanjut arahan. Baik dari Mensesneg maupun Telegram Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang meminta untuk tidak menyelenggarakan acara seremonial yang berlebihan.

"Kami memilih untuk tidak halal bihalal atau open house. Ini wujud rasa sepenanggungan kita," ujar Herry, Sabtu (21/3/2026).

"Masih ada saudara kita yang tertimpa bencana, yang mungkin tak bisa merayakan dengan layak. Jadi, kami lakukan silaturahmi dengan cara yang berbeda."

Menurutnya, momentum ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Memberi sesuatu yang tak hanya bermakna bagi manusia, tapi juga bagi alam yang telah memberi begitu banyak. "Kegiatan sosial kita isi dengan sedekah ekologis, atau sedekah pohon," katanya.

Bagi jenderal bintang dua ini, menanam pohon bukan sekadar aktivitas seremonial belaka. Ini adalah investasi nyata untuk masa depan lingkungan. Selain edukasi dan sosialisasi, Polda Riau berkomitmen melakukan rehabilitasi dan restorasi hutan beserta ekosistemnya.

"Harapannya sederhana," tuturnya. "Dari sebatang pohon ini, lahir kebaikan yang melimpah. Bukan cuma untuk sesama, tapi juga untuk lingkungan sekitar kita."

Gagasan ini kemudian menyebar. Aksi pembagian bibit dilakukan serentak di seluruh jajaran, mulai dari Polda hingga 12 Polres yang ada.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar