Kisahnya sendiri bermula sehari sebelumnya. Kapal yang berlayar dari Bitung, Sulawesi Utara ini sebenarnya sudah berangkat Sabtu malam (14/3/2026). Menurut Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdhani, perjalanan lancar sampai kemudian kapal mengalami mati mesin di perairan Maluku Utara, Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT.
Kru kapal sempat berupaya memperbaikinya sendiri. Tapi usaha itu tak membuahkan hasil.
“Kru kapal telah berusaha melakukan perbaikan mandiri namun belum berhasil. Selanjutnya kapten kapal melaporkan kejadian tersebut ke pihak PELNI,” jelas Iwan.
Laporan itulah yang kemudian diteruskan PELNI ke Basarnas Ternate, memicu operasi pencarian yang berakhir dengan kabar gembira hari ini.
Artikel Terkait
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang
Iran Ajukan Dua Syarat Mutlak untuk Akhiri Perang di Timur Tengah
PSSI Dukung Penuh Langkah Menpora Berantas Predator Seksual di Olahraga
Sandy Walsh Cetak Gol, Buriram United Hajar Chonburi FC 5-0