Dampak konflik di Timur Tengah ternyata tak hanya dirasakan di medan perang. Di Jakarta, gelombangnya sampai ke ruang rapat kabinet dan bahkan ruang sidang parlemen. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan sedang mengkaji sebuah wacana yang cukup mengejutkan: memotong gaji para menteri dan anggota DPR.
Rencana penghematan ini, meski belum final, langsung mendapat respons. Partai Golkar, misalnya, menyatakan kesiapannya. Mereka tak sekadar setuju, tapi juga mengajak lebih banyak pihak untuk ikut serta.
“Kalau negara membutuhkan, kami siap dipotong gaji,” tegas Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, saat berbincang dengan wartawan pada Senin lalu.
“Ini bukan cuma urusan penghematan anggaran. Lebih dari itu, ini bentuk kesediaan kita untuk peka terhadap kondisi yang sedang sulit,” lanjutnya.
Menurut Sarmuji, langkah ini akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolektif. Ia pun mengajak semua partai politik, pejabat non-partai, bahkan kalangan BUMN, pegawai negeri, hingga swasta untuk ikut mempertimbangkan wacana serupa. “Ya, kalau semua bersedia seperti halnya kami, tentu hasilnya akan lebih bagus,” ujarnya.
Gagasan ini sendiri berawal dari pernyataan Prabowo. Presiden menyoroti bagaimana sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah adaptif menghadapi gejolak di Asia Barat. Sebagai contoh, ia menyebut Pakistan yang juga telah memangkas gaji anggota kabinet dan parlemen mereka.
Jadi, wacana ini bukan muncul dari ruang hampa. Ada presedennya, dan situasi global yang memicunya. Pertanyaannya sekarang, akankah ide pemotongan gaji ini benar-benar meluas, atau hanya akan berhenti sebagai wacana? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Kepala Dinas di Pandeglang Tabrak Siswa SD hingga Tewas, Polisi Periksa Pengemudi yang Pakai Selang Oksigen
Ubaya Sapu Bersih Gelar Juara Campus League Basketball 2026 Regional Surabaya
Polri Siap Tugaskan Personel di Arab Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jemaah Haji
Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Divonis 4,5 Tahun Penjara atas Korupsi Pengadaan Chromebook