Kabupaten Gresik mendadak jadi sorotan lagi. Kali ini, sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di sana harus ditutup sementara. Penyebabnya? Mereka memberikan kelapa utuh sebagai bagian dari menu makan bergizi gratis yang seharusnya disajikan untuk penerima manfaat.
Penutupan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pemberian kelapa utuh di daerah lain sudah memicu polemik. Rupanya, kejadian itu tak cukup jadi pelajaran bagi sejumlah pengelola di Gresik.
Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, seharusnya insiden serupa bisa dihindari.
"Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dalam menentukan menu yang diberikan kepada penerima manfaat,"
ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Lantas, SPPG mana saja yang terdampak? Daftarnya cukup panjang: mulai dari SPPG Gresik Sidayu Ngawen, Sidayu Wadeng, hingga yang di Dukun seperti Wonokerto, Lowayu, Sembungan Kidul, dan Tebuwung. Tak ketinggalan, SPPG Ujungpangkah Glatik, Balongpanggang Pucung, serta Sidayu Sidomulyo juga ikut ditutup.
Kini, kesembilan lokasi itu sepi. Aktivitas pemberian makan bergizi terpaksa dihentikan dulu, menunggu evaluasi lebih lanjut. Keputusan ini jelas membuat banyak pihak, terutama penerima manfaat, harus menelan kenyataan pahit. Di sisi lain, ini jadi pengingat keras betapa pentingnya ketelitian dalam setiap program bantuan sosial.
Artikel Terkait
Ariana Grande Umumkan Album Baru Petal Rilis 31 Juli, Kolaborasi dengan Ilya Salmanzadeh
Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN
Empat Anggota TNI Disidang di Pengadilan Militer karena Siram Air Keras ke Aktivis KontraS
Harga Minyak Dunia Melonjak 6% Akibat Blokade Selat Hormuz dan Kebuntuan Negosiasi Nuklir Iran