Garda Revolusi Iran Sumpah Buru dan Eksekusi Netanyahu

- Senin, 16 Maret 2026 | 03:10 WIB
Garda Revolusi Iran Sumpah Buru dan Eksekusi Netanyahu

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Timur Tengah tak kunjung reda. Kali ini, ancaman datang langsung dari Garda Revolusi Iran. Mereka bersumpah akan memburu dan mengeksekusi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Ungkapan bernada murka itu beredar di tengah ramainya spekulasi di media sosial soal kondisi Netanyahu. Banyak yang mempertanyakan keaslian sebuah video yang dirilis sang PM pada pertengahan Maret lalu. Dalam rekaman itu, tangannya terlihat aneh seolah memiliki enam jari hingga memicu dugaan kuat bahwa videonya sudah diutak-atik dengan teknologi AI.

“Kalau penjahat pembunuh anak ini masih bernapas, kami akan terus memburunya dan menghabisi nyawanya sepenuh tenaga,” begitu bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip dari Sepah News.

Menurut sejumlah saksi, ancaman balasan ini bukan tanpa alasan. Serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu memang menghantam keras. Mereka berhasil menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran kala itu.

Iran pun tak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan balik ke Israel dan sejumlah pangkalan AS di kawasan Teluk. Bahkan Selat Hormuz sempat ditutup, membuat situasi makin mencekam. Di tengah gempuran itu, Netanyahu seperti menghilang dari pandangan publik. Hilang begitu saja.

Kini, dengan pernyataan terbuka dari Garda Revolusi, ketegangan memasuki babak baru. Apakah Netanyahu benar-benar bersembunyi? Atau ini semua bagian dari perang psikologis yang lebih rumit? Yang jelas, Timur Tengah sekali lagi menahan napas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar