Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Timur Tengah tak kunjung reda. Kali ini, ancaman datang langsung dari Garda Revolusi Iran. Mereka bersumpah akan memburu dan mengeksekusi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Ungkapan bernada murka itu beredar di tengah ramainya spekulasi di media sosial soal kondisi Netanyahu. Banyak yang mempertanyakan keaslian sebuah video yang dirilis sang PM pada pertengahan Maret lalu. Dalam rekaman itu, tangannya terlihat aneh seolah memiliki enam jari hingga memicu dugaan kuat bahwa videonya sudah diutak-atik dengan teknologi AI.
“Kalau penjahat pembunuh anak ini masih bernapas, kami akan terus memburunya dan menghabisi nyawanya sepenuh tenaga,” begitu bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip dari Sepah News.
Menurut sejumlah saksi, ancaman balasan ini bukan tanpa alasan. Serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu memang menghantam keras. Mereka berhasil menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran kala itu.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan balik ke Israel dan sejumlah pangkalan AS di kawasan Teluk. Bahkan Selat Hormuz sempat ditutup, membuat situasi makin mencekam. Di tengah gempuran itu, Netanyahu seperti menghilang dari pandangan publik. Hilang begitu saja.
Kini, dengan pernyataan terbuka dari Garda Revolusi, ketegangan memasuki babak baru. Apakah Netanyahu benar-benar bersembunyi? Atau ini semua bagian dari perang psikologis yang lebih rumit? Yang jelas, Timur Tengah sekali lagi menahan napas.
Artikel Terkait
Ariana Grande Umumkan Album Baru Petal Rilis 31 Juli, Kolaborasi dengan Ilya Salmanzadeh
Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN
Empat Anggota TNI Disidang di Pengadilan Militer karena Siram Air Keras ke Aktivis KontraS
Harga Minyak Dunia Melonjak 6% Akibat Blokade Selat Hormuz dan Kebuntuan Negosiasi Nuklir Iran