Di sisi lain, kenyamanan penumpang juga jadi perhatian. Ada shuttle bus listrik yang disediakan khusus di kawasan Merak dan Bakauheni untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas. Fasilitas lain yang ditingkatin antara lain penambahan garbarata Express II, toilet portabel, sampai penguatan sistem listrik. Layanan keluhan pelanggan juga siap 24 jam.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan soal kolaborasi antar moda transportasi.
"Sejak 13–16 Maret, telah disediakan 20 unit angkutan umum secara gratis yang melayani beberapa rute penghubung," jelas Windy.
Armada gratis ini menghubungkan Stasiun Cilegon, Stasiun Kerenceng, hingga Pelabuhan Merak. Jadi, pemudik yang naik kereta bisa lanjut ke pelabuhan dengan lebih gampang.
Sementara dari arah seberang, yaitu Sumatera menuju Jawa, trennya juga mirip: turun. Lewat Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, penumpang yang tercatat sekitar 97 ribu orang turun 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kendaraan, penurunannya lebih tipis, cuma 3,1 persen.
Menjelang puncak arus mudik, ASDP mengingatkan para calon penumpang. Mereka menyarankan untuk selalu cek ketersediaan tiket secara online dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket. Imbauan ini penting banget buat menghindari antrean panjang yang biasanya terjadi di hari-hari sibuk.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran Mulai Terasa di Kalimalang, Banyak Pemudik Motor Berangkat Lebih Awal
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang
85 Truk Kena Tegur dalam Razia Ketat Truk Besar di Sumedang
Polda Sumsel Pisahkan Kendaraan Berat dan Aktifkan Tim Urai Macet untuk Antisipasi Macet Mudik