Jakarta - Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Polda Sumatera Selatan tak main-main. Mereka mengerahkan sejumlah langkah khusus. Tujuannya jelas: menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pulang kampung bagi ribuan warga yang melintasi wilayahnya. Rasa aman dan nyaman bagi pemudik jadi prioritas utama.
Di titik-titik rawan, polisi menerapkan strategi yang cukup menarik. Ambil contoh di Pos Lantas Sumarlin, sekitar KM 225. Lokasinya persis di perbatasan Jambi dan Sumsel, wilayah Musi Banyuasin. Di sana, kendaraan berat bersumbu tiga ke atas 'diantongi'. Maksudnya, dipisahkan dari arus kendaraan pribadi para pemudik.
Logikanya sederhana sih. Dengan memisahkan truk-truk besar dan bus dari mobil pribadi, risiko kemacetan panjang bisa ditekan. Begitu pula potensi kecelakaan yang sering terjadi karena perbedaan kecepatan dan ukuran kendaraan. Langkah ini diharapkan bisa membuat perjalanan lebih smooth.
Namun begitu, antisipasi tak cuma di situ. Polda Sumsel juga mengaktifkan apa yang mereka sebut Tim Urai Macet. Tim gabungan dari Ditlantas dan Samapta ini disiagakan penuh, khususnya di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin. Tugas mereka? Patroli terus-menerus dan melakukan rekayasa lalu lintas secara cepat dan tepat jika volume kendaraan tiba-tiba melonjak. Jadi, respons terhadap kemacetan diharapkan bisa lebih cepat.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. Menurutnya, kesuksesan pengamanan mudik tahun ini sangat bergantung pada koordinasi yang rapat antar semua satuan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran Mulai Terasa di Kalimalang, Banyak Pemudik Motor Berangkat Lebih Awal
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang
85 Truk Kena Tegur dalam Razia Ketat Truk Besar di Sumedang
Gelombang Pemudik Padati Pelabuhan Merak, 48 Ribu Penumpang Tercatat dalam 12 Jam