Gelombang mudik Lebaran mulai terlihat nyata di Selat Sunda. Sejak beberapa hari lalu, arus penumpang yang hendak menyeberang dari Jawa ke Sumatera sudah mulai mengalir deras. Menurut catatan PT ASDP Indonesia Ferry, hingga H-8 Lebaran saja, sudah lebih dari 126 ribu orang yang berhasil diseberangkan.
Angka itu terkumpul dari tiga titik utama: Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Tapi kalau dibandingin sama tahun kemarin, ada penurunan yang cukup signifikan, lho. Jumlah penumpangnya turun hampir 19 persen. Begitu juga dengan kendaraan, yang berkurang sekitar 13 persen menjadi 31 ribu unit lebih.
Nah, meski arusnya belum sepadat tahun lalu, ASDP nggak mau kecolongan. Mereka sudah menyiagakan armada lengkap, antara 28 sampai 33 kapal, yang bakal beroperasi nonstop 24 jam. Tujuannya jelas: mengantisipasi lonjakan penumpang di hari-hari puncak nanti.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan perusahaan.
“Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3).
Salah satu jurus andalan mereka adalah pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat atau TBB. Intinya, kapal langsung berangkat lagi setelah bongkar muat, biar nggak numpuk di pelabuhan. Dengan cara ini, frekuensi penyeberangan bisa lebih cepat dan efisien.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran Mulai Terasa di Kalimalang, Banyak Pemudik Motor Berangkat Lebih Awal
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang
85 Truk Kena Tegur dalam Razia Ketat Truk Besar di Sumedang
Polda Sumsel Pisahkan Kendaraan Berat dan Aktifkan Tim Urai Macet untuk Antisipasi Macet Mudik