Dalam catatan sejarah Perang Salib, ada satu perbedaan yang begitu mencolok. Bukan cuma soal strategi perang, tapi lebih pada bagaimana mereka memperlakukan yang kalah. Di satu sisi, kita melihat sikap pasukan Muslim yang justru menunjukkan kemurahan hati di puncak kemenangan. Mereka tak hanya gigih bertempur, tapi juga melindungi warga sipil. Bahkan gereja dan tempat-tempat suci dibiarkan berdiri utuh.
Nah, dua nama besar yang kerap jadi perbandingan adalah Salahuddin dan Richard si Hati Singa. Karakter mereka bagai langit dan bumi.
Salahuddin dikenal sebagai sosok yang ksatria. Janji adalah janji, dan belas kasihnya pada rakyat jelata sungguh nyata. Ia dihormati kawan maupun lawan karena integritasnya itu.
Di sisi lain, Richard punya cerita yang berbeda.
Artikel Terkait
Kisah Gamma dan Kenaikan Pangkat yang Menyisakan Pertanyaan
Senioritas Menyimpang di PPDS Unsri: Korban Terpaksa Biayai Gaya Hidup Hingga Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Geliat PSI Semarang: Saat Kursi DPRD Tak Sebanding dengan Konflik Internal
Cinta dan Misi Rahasia: Kisah Polisi Penyamar yang Terjebak di Jantung Kejahatan