Dalam catatan sejarah Perang Salib, ada satu perbedaan yang begitu mencolok. Bukan cuma soal strategi perang, tapi lebih pada bagaimana mereka memperlakukan yang kalah. Di satu sisi, kita melihat sikap pasukan Muslim yang justru menunjukkan kemurahan hati di puncak kemenangan. Mereka tak hanya gigih bertempur, tapi juga melindungi warga sipil. Bahkan gereja dan tempat-tempat suci dibiarkan berdiri utuh.
Nah, dua nama besar yang kerap jadi perbandingan adalah Salahuddin dan Richard si Hati Singa. Karakter mereka bagai langit dan bumi.
Salahuddin dikenal sebagai sosok yang ksatria. Janji adalah janji, dan belas kasihnya pada rakyat jelata sungguh nyata. Ia dihormati kawan maupun lawan karena integritasnya itu.
Di sisi lain, Richard punya cerita yang berbeda.
Artikel Terkait
Antrean Truk Berebut Solar Akan Jadi Kenangan pada 2026
Enam Miliar Sehari vs Jerih Payah Rakyat: Cuitan Bang Edi yang Bikin Sesak
Teheran Gelar Unjuk Rasa Besar-besaran, Jawab Protes dengan Ancaman ke AS
Dua Wajah Jalan di Perbatasan Banten-Jabar, Warga: Seperti Dua Dunia