Ksatria dan Hati Singa: Dua Wajah Perang Salib yang Bertolak Belakang

- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00 WIB
Ksatria dan Hati Singa: Dua Wajah Perang Salib yang Bertolak Belakang

Saat kota Acre menyerah, misalnya, ia sudah berjanji akan mengampuni penduduknya. Tapi apa yang terjadi? Janji itu dilanggar begitu saja. Pembantaian berlangsung, menelan korban tak bersalah perempuan, anak-anak, semuanya.

Perilaku kedua pemimpin ini meninggalkan bekas yang dalam. Bukan cuma di medan perang, tapi juga dalam ingatan sejarah.

“Pasukan Muslim sangat murah hatinya saat kemenangan seperti kegigihannya dalam pertempuran. Warga sipil diselamatkan; gereja dan tempat suci dibiarkan utuh. Perbedaan mencolok dalam perilaku militer diwujudkan oleh dua tokoh dominan Perang Salib: Salahuddin dan Richard si Hati Singa. Salahuddin yang ksatria setia pada janjinya dan berbelas kasih terhadap warga sipil. Sementara Richard saat menerima ketundukan Acre (wilayah di Palestina), dia melanjutkan pembantaian terhadap penduduknya, termasuk wanita dan anak-anak, meskipun telah berjanji sebaliknya.”

-John L. Esposito, Profesor Senior Agama, Universitas Georgetown


Halaman:

Komentar