Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang

- Minggu, 15 Maret 2026 | 21:00 WIB
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang

Jakarta belum sepi, tapi gelombang mudik sudah mulai terasa. Di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu malam (15/3/2026), suasana itu begitu nyata. Puluhan orang memadati area keberangkatan, menunggu bis yang akan membawa mereka pulang kampung menyambut Lebaran 2026.

Antrean bis terlihat panjang. Beberapa penumpang, tampaknya sudah lelah menunggu, memilih duduk lesehan di lantai. Untuk mengusir jenuh, ada yang asyik bercakap dengan keluarga, sementara yang lain lebih memandangi layar ponsel mereka. Suasana riuh rendah khas terminal menjelang arus balik memang sudah menyergap.

Menurut data yang terpampang di monitor terminal hingga pukul 18.26 WIB, angka pemudik yang berangkat lewat sini sudah mencapai 2.994 orang. Mereka menumpang 363 bus. Angka sementara itu, kata petugas, dipastikan masih akan bertambah seiring malam.

Salah satu yang memilih berangkat malam adalah Sigit, 30 tahun. Baginya, mudik malam hari justru lebih nyaman. “Nomor satu sih lebih enak aja ya,” ujarnya.

“Terus nggak terlalu terburu-buru juga karena kan kita kerja dulu jadi lebih enak malam saja,” tambah Sigit saat ditemui di terminal.

Hari itu adalah hari terakhirnya bekerja sebagai pekerja proyek. Dengan pulang lebih awal, ia berharap bisa lebih lama menikmati suasana kampung halaman di Pemalang, Jawa Tengah. Ia berangkat bersama tujuh orang temannya.

Soal ongkos, Sigit bernasib baik tahun ini. Ia mengaku dapat harga tiket yang jauh lebih ringan.

“Saya dapat di Rp205.000, kalau ini sih murah ya. Kemarin tahun lalu saya dapat beda PO sih, itu Rp380.000 sampai Rp400.000,” katanya sambil tertawa kecil.

Cerita Sigit mungkin mewakili banyak pemudik lain yang berusaha mencari celah agar perjalanan pulang tak terlalu memberatkan kantong. Di Terminal Pulo Gebang malam itu, harapan untuk segera sampai rumah jelas terpancar dari wajah-wajah yang menunggu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar