Real Madrid Depak Arbeloa, Jose Mourinho Kandidat Terkuat Pengganti Musim Depan

- Selasa, 28 April 2026 | 21:00 WIB
Real Madrid Depak Arbeloa, Jose Mourinho Kandidat Terkuat Pengganti Musim Depan

MADRID Situasi di Real Madrid mulai memanas. Jurgen Klopp, yang tadinya dianggap sebagai calon kuat pengganti Alvaro Arbeloa, tiba-tiba tersingkir dari daftar utama. Ya, kabar ini cukup mengejutkan banyak pihak.

David Ornstein, jurnalis ternama, sudah mengonfirmasi bahwa nama Jose Mourinho kini muncul sebagai kandidat serius. Bukan sekadar isu, ini sudah masuk tahap pembicaraan serius.

Arbeloa sendiri, pelatih kepala Madrid saat ini, diperkirakan bakal dipecat oleh Florentino Perez pada akhir musim. Nasibnya memang sudah di ujung tanduk.

Ia mengambil alih tim pada pertengahan Januari, tepat setelah Xabi Alonso hengkang. Tapi hasilnya? Jauh dari kata memuaskan. Los Blancos menjalani akhir musim yang benar-benar mengecewakan.

Mereka tertinggal 11 poin dari Barcelona di puncak klasemen LaLiga. Di Liga Champions, langkah mereka juga terhenti di perempat final setelah dikalahkan Bayern Munich. Dua musim tanpa trofi? Itu jelas bukan standar Madrid.

Perez, seperti biasa, siap mengambil tindakan tegas.

Menurut laporan dari Ornstein dan Mario Cortegana reporter The Athletic yang berbasis di Madrid Mourinho secara sensasional muncul sebagai ‘kandidat pilihan’ Perez untuk musim panas nanti. Bukan sekadar nama pelengkap, tapi prioritas.

Namun begitu, tidak semua orang di Bernabeu setuju. Beberapa pejabat senior dikabarkan ‘menentang’ gagasan Mourinho kembali. Tapi ya, kita semua tahu siapa yang punya kuasa penuh di klub ini. Perez yang menentukan. Dan itu artinya, pelatih asal Portugal itu tetap jadi ‘kandidat kuat’.

Saat ini, Mourinho sedang menangani Benfica. Kontraknya di Estadio da Luz berlaku hingga Juni 2027. Tapi ada celah. Ornstein dan Cortegana melaporkan bahwa kontrak tersebut punya klausul pemutusan senilai €3 juta sekitar £2,6 juta yang bisa diaktifkan 10 hari setelah musim berakhir.

Artinya, Madrid bisa merekrut Mourinho tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Cukup murah untuk ukuran klub sebesar Real Madrid.

Menariknya, laporan terbaru juga menyebut bahwa Kylian Mbappe, bintang lini depan Madrid, lebih memilih Mourinho dibandingkan Klopp. Entah apa alasannya, tapi ini jelas jadi pertimbangan tersendiri.

Kembalinya Mourinho ke Madrid kalau benar terjadi bakal jadi salah satu berita terbesar musim panas ini. Bukan tanpa alasan. Ia pertama kali direkrut Perez pada Juli 2010 dengan satu misi: menghentikan dominasi Barcelona-nya Pep Guardiola.

Dan hasilnya? Dalam tiga tahun, pria berusia 63 tahun itu membantu Madrid memenangkan LaLiga, Copa del Rey, dan Supercopa de España. Bahkan, di bawah arahannya, Madrid menjadi tim pertama dan satu-satunya hingga saat ini yang meraih 100 poin dalam semusim di LaLiga, tepatnya pada 2011-12.

Tapi jangan salah, kepulangan Mourinho pasti kontroversial. Itu sudah bisa ditebak.

Ia berkembang pesat berkat rivalitas sengitnya dengan Guardiola. Saking panasnya, bos Barca saat itu sampai mengambil cuti panjang setahun. Tapi di sisi lain, Mourinho juga punya sejarah kurang mulus dengan pemain. Iker Casillas, misalnya, pernah berselisih dengannya selama masa pertama di Bernabeu. Dan sejak saat itu, di setiap klub yang ia tangani, sosoknya kerap dianggap kasar dan keras kepala.

Di satu sisi, Mourinho adalah salah satu dari sedikit manajer di dunia yang mampu menangani para Galacticos. Tapi kalau rencana ini tidak berjalan mulus, mudah sekali membayangkan ia kembali berselisih dengan beberapa anggota skuad.

Ada satu hal lagi yang bakal menarik disimak: pertemuan pertamanya dengan Vinicius Junior. Beberapa waktu lalu, setelah Vinicius menuduh Gianluca Prestianni dari Benfica menggunakan bahasa rasis saat laga Liga Champions bulan Februari, Mourinho malah berkomentar bahwa pemain Brasil itu ikut memprovokasi pelecehan tersebut dengan selebrasinya.

Belakangan, Mourinho memang menyatakan bahwa ia ‘benar-benar menentang segala bentuk diskriminasi’. Sementara Prestianni sendiri sudah dijatuhi hukuman larangan bermain enam pertandingan karena perilaku homofobik. Tapi tetap saja, komentar awal Mourinho soal Vinicius bisa jadi bensin dalam api.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar