Rasa syukur jelas terpancar dari wajah warga, seperti Afreza. Ia mengaku lega bisa merayakan Idulfitri nanti di rumah sendiri, bukan lagi di pengungsian.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan hunian tetap ini, sehingga kami bisa merayakan Idulfitri di rumah sendiri dan tidak lagi tinggal di pengungsian yang serba terbatas,” ujar Afreza.
Kesannya sama diungkapkan Ratna Idris. Ia bahkan dapat bantuan khusus: sebuah mesin jahit. Usahanya yang sempat terhenti karena mesinnya hanyut, kini bisa dijalankan lagi.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kami dengan rumah yang lengkap dengan perabotannya, termasuk mesin jahit untuk melanjutkan usaha saya,” kata Ratna.
Kepala BNPB Suharyanto yang hadir menyebut ini adalah kolaborasi lanjutan. Dukungan Kemenko Polkam, katanya, sudah diberikan sejak fase tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Sumatra.
"Sejak awal bencana, ketika masih tanggap darurat, Kemenko Polkam sudah bersama dengan BNPB, bahkan Kemenko Polkam memberikan bantuan mobil penjernih air sampai 20 lebih," jelas Suharyanto.
"Huntap dari Kemenko Polkam ini sangat membantu, apalagi rumah-rumah ini dibangun dengan sangat baik, di dalamnya sudah lengkap ada perabotan yang cukup bagus, fasilitas umum dan fasilitas sosialnya juga sudah lengkap,"
tambahnya.
Dengan serah terima ini, setidaknya ada secercah kepastian yang kembali hadir. Bagi warga Kuala Cangkoy, rumah baru itu bukan sekadar bangunan, tapi awal untuk memulihkan kehidupan.
Artikel Terkait
JK Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Pemerintah Andalkan ART Hadapi Investigasi Dagang AS
Kantor Pertanahan Tetap Buka Terbatas Saat Libur Panjang Idulfitri 2026
Jasa Marga Proyeksikan 3,53 Juta Kendaraan Mudik Lewat Empat Gerbang Tol Utama