Menko Polkam Serahkan 104 Rumah Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Utara

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:40 WIB
Menko Polkam Serahkan 104 Rumah Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Utara

JAKARTA Sabtu lalu (14/3), suasana di kompleks Kampung Kuala Cangkoy, Aceh Utara, terasa berbeda. Ada haru dan senyum lega. Di tengah terik, Menko Polkam Jenderal (Purn) Djamari Chaniago secara resmi menyerahkan kunci 104 unit rumah hunian tetap untuk warga korban banjir dan longsor. Acara penyerahan itu berlangsung di Kecamatan Lapang, menandai babak baru bagi ratusan keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal.

Pembangunan kompleks seluas 22.400 meter persegi ini sendiri merupakan hasil kolaborasi. Kemenko Polkam menggandeng pemda, didukung penuh oleh TNI, Polri, dan berbagai pihak lain. Tak cuma rumah, di sana juga berdiri sebuah masjid dan balai pertemuan untuk menunjang kegiatan sosial warga.

Menurut Djamari, kehadiran huntap ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat yang terdampak bencana. Yang menarik, proses pengerjaannya terbilang cepat. “Hanya 35 hari sejak material tiba dari Pelabuhan Belawan,” ujarnya. Dengan tempo secepat itu, warga bisa segera kembali menata hidup.

“Kita patut bersyukur atas kelancaran pembangunan ini. Perjalanan hingga rumah-rumah ini berdiri tidak lepas dari pertolongan Allah SWT. Karena itu, marilah kita mensyukuri nikmat ini dengan menjaga dan memanfaatkan rumah ini sebaik-baiknya,”

Djamari menambahkan, di hadapan para penerima manfaat.

Ia juga mengingatkan agar warga merawat hunian dan fasilitasnya. Rumah dengan struktur bongkar pasang itu sebenarnya dirancang untuk memudahkan perawatan. “Silakan dijaga dengan baik. Rumah ini dirancang agar mudah dirawat, sehingga yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kerapihannya agar tetap nyaman dihuni,” pesannya.

Di sisi lain, pesan lain yang ditekankan adalah soal kerukunan. Menko Polkam berharap kehidupan sosial di lingkungan baru ini bisa harmonis. “Titip juga untuk menjaga kerukunan. Kita semua memiliki kewajiban untuk saling berbuat baik dengan tetangga dan menjaga kebersamaan di lingkungan ini,” kata Djamari.

Rumah yang diserahkan adalah tipe 36 (6x6 meter). Biayanya disebut efisien. Setiap unit sudah punya ruang tengah, dua kamar tidur, plus kamar mandi. Bahkan, perabotan seperti sofa, TV, lemari, kompor gas, hingga tempat tidur sudah tersedia. Listrik 900 VA, sumur, dan pompa air juga terpasang. Lengkap banget.

Fasilitas umumnya pun tak kalah. Masjid dan balai sudah dilengkapi sound system, karpet, dan Alquran. Setiap rumah juga dapat Alquran dan perlengkapan salat. Untuk urusan air minum, ada satu unit mobil penjernih air yang disiagakan. Air yang sebelumnya tak layak bisa disaring hingga aman diminum.

Ada satu hal yang menyentuh dalam acara itu. Djamari menyerahkan lima ekor sapi untuk tradisi Meugang warga Aceh. Tradisi memasak daging bersama ini biasanya dilakukan menyambut Ramadan, Idulfitri, atau Iduladha.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar