Jusuf Kalla Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS dengan Air Keras

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:50 WIB
Jusuf Kalla Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS dengan Air Keras

Di kediamannya yang tenang di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla menyampaikan rasa prihatinnya. Mantan Wakil Presiden itu menyayangkan serangan keji terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis dari KontraS. "Soal yang kena air keras, tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi," ucap JK, Sabtu lalu.

Suaranya terdengar berat. Pikirannya langsung melayang ke peristiwa lama yang mirip, yang menimpa Novel Baswedan dari KPK dulu. Menurutnya, penyiraman air keras bukanlah hal sepele. Ini serius.

"Dengan harapan polisi betul-betul (mengusut kasusnya), karena ini setelah KPK dulu si Novel Baswedan itu, nah ini lagi, kena lagi," tuturnya lagi.

Ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas. JK punya firasat, kejadian ini pasti terkait dengan isu-isu yang selama ini diangkat oleh Andrie. "Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu," katanya.

Lalu ia melanjutkan, "supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya eh kegiatan yang bersangkutan. Jadi perlu kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan bertindak begitu."

Peristiwa mencekam itu sendiri terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul setengah dua belas, di kawasan Salemba, Senen. Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan dua pria berboncengan motor. Mereka melintas, lalu memutar balik.

Saat berpapasan dengan Andrie yang juga sedang mengendarai motor, sebuah gerakan cepat terjadi. Cairan disiramkan. Seketika, dunia korban berubah jadi neraka.

"Aah... aah... aah.... panas... panas... panas. Air keras... air keras. Ya Allah, tolong, air keras... air keras... air keras," teriaknya histeris, seperti terekam dalam CCTV.

Rasa panas yang menyiksa memaksanya menjatuhkan motornya. Dalam kepanikan, ia merobek bajunya yang sudah koyak. Kulit di badannya terlihat melepuh. Teriakan minta tolongnya menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan.

Seorang warga bertanya, "LBH ya? LBH?"

Dengan sisa tenaga, Andrie berusaha menjawab, "KontraS."

Suasana malam yang biasa itu pun berubah jadi scene kejahatan yang memilukan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar