Wabah Campak Israel Tewaskan 8 Bayi: Kematian yang Sebenarnya Bisa Dicegah?

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 05:40 WIB
Wabah Campak Israel Tewaskan 8 Bayi: Kematian yang Sebenarnya Bisa Dicegah?

Wabah Campak di Israel: 8 Bayi Meninggal, Virus Menyebar ke 9 Permukiman

Israel saat ini menghadapi wabah campak yang serius, yang telah merenggut nyawa delapan bayi. Menurut laporan media berbahasa Ibrani, virus yang sangat menular ini telah menyebar ke sembilan permukiman berbeda di seluruh negeri.

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, seorang anak perempuan berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi infeksi campak di Pusat Medis Universitas Hadassah, Ein Kerem. Anak tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit selama sepuluh hari dalam kondisi yang serius.

Kematiannya menjadi korban kedelapan sejak wabah campak ini dimulai pada bulan April. Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi bahwa semua anak yang meninggal dunia tidak menerima vaksinasi dan berusia di bawah dua setengah tahun.

Gelombang wabah campak yang awalnya terkonsentrasi di daerah dengan cakupan vaksinasi rendah, seperti Yerusalem, Beit Shemesh, dan Bnei Brak, kini telah meluas secara signifikan.

Data resmi dari otoritas kesehatan mencatat lebih dari 1.700 pasien yang didiagnosis campak. Namun, model statistik memperkirakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi mendekati 5.000 orang.

Sharon Alroy-Preis, kepala epidemiologi Israel, menyatakan, "Kita tahu bahwa penyakit ini kurang terdiagnosis, dan ada ribuan pasien tambahan yang mengidap penyakit ini."

Wabah campak ini memberikan beban yang berat pada sistem kesehatan Israel. Sebanyak 468 pasien memerlukan perawatan di rumah sakit, dengan 93% di antaranya adalah anak-anak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar