Makan Tengah Malam: Pintu Gerbang Gangguan Tidur hingga Ancaman Jantung

- Minggu, 01 Februari 2026 | 21:48 WIB
Makan Tengah Malam: Pintu Gerbang Gangguan Tidur hingga Ancaman Jantung

Makan larut malam? Rasanya hampir semua orang pernah melakukannya. Entah karena jadwal kerja yang molor, atau sekadar karena godaan untuk ngemil di depan televisi saat hari sudah gelap. Saat perut keroncongan, pilihannya seringkali sulit: menahan diri atau menuruti keinginan.

Namun begitu, para ahli kesehatan punya peringatan serius. Menurut laporan dari Food NDTV, kebiasaan menyantap makanan lewat dari jam sembilan malam bisa membawa konsekuensi yang cukup berat. Gangguan tidur, berat badan yang naik, sampai risiko penyakit jantung mengintai. Memang, sekali dua kali mungkin tak langsung terasa efeknya. Tapi kalau sudah jadi rutinitas, dampaknya akan menumpuk.

Lalu, kapan sebaiknya kita makan malam?

Idealnya, coba selesaikan makan malam antara pukul 6 sampai 8 malam. Rentang waktu ini memberi ruang bagi tubuh untuk mencerna dengan baik sebelum kita terlelap. Hasilnya? Metabolisme lebih terjaga, pencernaan lancar, dan risiko masalah kesehatan di kemudian hari bisa ditekan. Intinya, makan lebih awal adalah langkah sederhana menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Nah, biar lebih jelas, ini beberapa dampak nyata dari kebiasaan makan terlalu larut.

1. Tidur Jadi Tak Nyenyak

Ini dampak yang paling langsung terasa. Makan larut bisa mengacaukan kualitas tidur. Riset menunjukkan, mereka yang makan larut cenderung tidur lebih malam dan siklusnya kacau. Belum lagi rasa tak nyaman di perut yang bisa memicu mimpi-mimpi aneh dan intens.

Sebuah studi tahun 2015 bahkan menemukan kaitan antara ngemil larut malam dengan mimpi yang tidak biasa. Kemungkinannya, tubuh masih sibuk mencerna saat kita seharusnya beristirahat total.

Namni Goel, seorang profesor riset di University of Pennsylvania, menambahkan penjelasan.

“Makan lebih larut dapat memicu profil negatif pada berat badan, energi, dan penanda hormon, seperti kadar glukosa dan insulin yang lebih tinggi, yang terkait dengan diabetes, serta kolesterol dan trigliserida yang berhubungan dengan masalah kardiovaskular dan kondisi kesehatan lainnya,” katanya.

2. Berat Badan Gampang Naik

Ingin menjaga berat badan? Perhatikan waktu makan malam. Dr. Rupali Dutta, seorang ahli gizi, menekankan bahwa waktu makan punya peran krusial.

Metabolisme kita secara alami melambat di malam hari. Akibatnya, kalori dari makanan yang masuk terlalu larut lebih mudah berubah menjadi lemak dan menumpuk. Singkatnya, makan awal membantu tubuh memanfaatkan makanan dengan efisien, sebelum akhirnya kalori berlebih disimpan.

3. Perut Kembung dan Pencernaan Terganggu

Bayangkan ini: kita makan berat, lalu langsung rebahan. Tentu perut akan protes. Tanpa jeda yang cukup, tubuh tak punya waktu optimal untuk mencerna. Hasilnya bisa bermacam-macam: asam lambung naik, perut begah, atau rasa tak nyaman yang mengganggu.

Di sisi lain, memberi jeda beberapa jam antara makan dan tidur membuat proses pencernaan berjalan lebih lancar dan efisien.

4. Ancaman bagi Jantung dan Tekanan Darah

Ini dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai. Ahli gizi Meher Rajput mengingatkan, makan terlalu larut berisiko tinggi, khususnya bagi penderita diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit jantung.

Masalahnya sering diperparah oleh jenis makanan yang kita konsumsi. Rajput memberi contoh.

“Sebagai orang India, kami terbiasa mengonsumsi makanan tinggi natrium saat makan malam. Dari dal dan papad hingga sayuran dan daging, makanan kami sering mengandung garam tinggi. Mengonsumsi makanan asin larut malam dapat menyebabkan retensi air dan kembung, tetapi yang lebih penting, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Belum lagi, kebiasaan ini mengacaukan jam biologis tubuh. Gangguan ritme alami tubuh ini dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah dan gula darah puasa, yang pada akhirnya membebani jantung.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler