Indonesia Masuk Board of Peace: Skenario Berbahaya Trump?
Oleh: Sutoyo Abadi
Gagasan Dewan Perdamaian yang direkayasa Donald Trump itu berbahaya. Sangat berbahaya. Intinya, skenario ini ingin menaklukkan pemerintahan Gaza lalu menyerahkan kepemimpinannya pada Benjamin Netanyahu dan Tony Blair. Sebuah rencana yang, kalau kita lihat lebih jeli, sama sekali bukan tentang perdamaian.
Sayangnya, pemerintah kita seolah menutup mata. Padahal, Netanyahu sendiri sudah terang-terangan bilang Israel berencana tetap bercokol di Jalur Gaza. Lalu, apa artinya rencana perdamaian ala Trump ini? Tak lain adalah upaya menginternasionalisasi pendudukan Israel atas wilayah Palestina itu. Cuma dibungkus dengan kata-kata yang lebih manis.
Di sisi lain, kita punya dasar negara yang sangat jelas. Pembukaan UUD 1945, alinea pertama, berbunyi tegas:
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
Prinsip itu adalah jiwa bangsa Indonesia. Sikap menolak kolonialisme dalam bentuk apapun, di mana pun. Namun, sikap tegas itu seperti ditabrak oleh langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan masuk ke dalam "Board of Peace" Trump.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral