Mata pelajaran baru siap masuk ke kelas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa coding dan kecerdasan buatan (AI) resmi menjadi mata pelajaran pilihan mulai tahun ini. Kebijakan ini menyasar siswa dari jenjang dasar kelas 5 SD hingga tingkat SMA di seluruh Indonesia.
Namun begitu, penerapannya tentu butuh persiapan matang. Kementerian tak main-main, mereka sudah melatih puluhan ribu guru untuk mengampu kedua bidang ini.
“Kami sudah melatih 55.000 guru di seluruh Indonesia di semua jenjang dan juga sudah melibatkan 38 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia,”
ujar Abdul Mu’ti pada Kamis (12/3/2026). Program pelatihan ini, katanya, masih terus berjalan. Tujuannya jelas: menambah jumlah pengajar yang kompeten agar nantinya coding dan AI bisa diakses lebih luas oleh siswa.
“Sehingga sekarang, program terus berlangsung dan pelatihan guru juga terus berlangsung. Nantinya, ketika jumlah guru sudah memenuhi, kami akan melangkah lebih lanjut, kemungkinan untuk memberlakukan coding dan AI sebagai mata pelajaran wajib,”
Artikel Terkait
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal