Di sisi lain, Gus Ipul tak lupa menyinggung soal data. Presiden Prabowo Subianto, katanya, memberi arahan khusus tentang akurasi data penanganan kemiskinan. Ini kunci utamanya.
“Banyak di sekitar kita orang-orang tidak tampak penderitaannya. Presiden meminta dimulai dengan data. Kalau data benar, intervensi pemerintah akan benar,” tegasnya.
Ia lalu mengajak masyarakat untuk ikut aktif. Melaporkan kondisi di lingkungannya melalui saluran-saluran yang sudah disediakan Kemensos. Partisipasi publik dinilainya sangat krusial.
Semua upaya penanganan kemiskinan, ditegaskannya lagi, harus berjalan terarah dan berkelanjutan. Itu amanat konstitusi. Sementara bagi penerima bansos, semangat untuk mandiri harus terus dikobarkan.
“Setelah dapat bansos, harus punya semangat menjadi keluarga yang lebih mandiri. Seperti slogan kita, bansos sementara, berdaya selamanya,” pungkas Gus Ipul.
Rencana mendorong 5 juta keluarga ini tentu bukan pekerjaan kecil. Butuh koordinasi yang solid. Namun, jika terwujud, dampaknya bagi ekonomi produktif di tingkat desa bisa sangat signifikan.
Artikel Terkait
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA