Permintaan pengawalan militer di Selat Hormuz terus mengalir, hampir setiap hari. Tapi jawaban dari Angkatan Laut Amerika Serikat tetap sama: tidak. Padahal, Presiden Donald Trump sebelumnya sempat membuka peluang untuk hal itu.
Namun begitu, militer AS punya alasan kuat untuk menolak. Menurut sejumlah sumber dalam tubuh militer, ancaman dari Iran dinilai masih terlalu besar. Risiko serangan dianggap terlalu tinggi untuk bisa menjamin keamanan konvoi kapal dagang saat ini.
Situasi ini tentu saja membuat industri pelayaran dan minyak waswas. Sejak perang AS-Israel dengan Iran meletus akhir bulan lalu, pembicaraan rutin memang sudah berjalan antara Angkatan Laut AS dan para pelaku industri. Tapi hasilnya belum juga memuaskan.
Artikel Terkait
Bank Muamalat Siapkan Rp879 Miliar Uang Tunai untuk Ramadan dan Lebaran 2026
BPH Migas Pastikan Stok LPG Aman untuk Ramadan dan Lebaran
Kementan Gandeng BRIN dan Kampus, Uji Coba Alat Panjat Kelapa hingga Traktor Terapung
Prabowo Percepat Swasembada Energi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah