Kawasan Teluk kembali memanas. Dalam rentang dua hari terakhir, setidaknya lima kapal menjadi sasaran serangan, menambah daftar panjang insiden yang mengganggu jalur pelayaran vital ini.
Rabu lalu, tiga kapal pertama dilaporkan terkena serangan di sekitar Selat Hormuz. Kapal pengangkut curah berbendera Thailand, Mayuree Naree, jadi salah satu korban. Menurut laporan, kapal itu terkena dua proyektil misterius yang langsung memicu kobaran api dan merusak bagian mesinnya.
Tak jauh dari sana, kapal kontainer One Majesty yang mengibarkan bendera Jepang juga mengalami kerusakan akibat serangan serupa di perairan dekat Uni Emirat Arab. Sementara itu, kapal Star Gwyneth berbendera Kepulauan Marshall dilaporkan mengalami kerusakan lambung setelah insiden di dekat Dubai.
Namun begitu, gelombang serangan ternyata belum berhenti. Hanya berselang beberapa jam, dua kapal tanker lagi menjadi sasaran, kali ini di perairan Irak. Keduanya adalah Safesea Vishnu (bendera Kepulauan Marshall) dan Zefyros yang berbendera Malta.
Artikel Terkait
WhatsApp Luncurkan Akun Terkendali untuk Anak Usia 10-12 Tahun
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok 97%, Harga Minyak dan Gas Melonjak
DPR Setujui RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Sebagai Usulan Inisiatif
Volkswagen Pangkas 50.000 Pekerjaan Hingga 2030 Imbas Laba Anjlok