Kapolda Banten Pastikan Stok Bahan Pokok dan BBM Aman untuk Mudik Lebaran 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 13:05 WIB
Kapolda Banten Pastikan Stok Bahan Pokok dan BBM Aman untuk Mudik Lebaran 2026

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kapolda Banten Irjen Hengki memastikan ketersediaan stok BBM dan bahan pokok dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat agar tenang dan tidak melakukan pembelian secara panik.

“Kebutuhan bapokting (bahan pokok penting) seperti daging, gula, tepung, dan sebagainya untuk merayakan Lebaran itu sangat mencukupi. Termasuk kebutuhan bahan bakar minyak,” tegas Hengki saat jumpa pers di Mapolda Banten, Kota Serang, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, semua persediaan sudah dihitung dengan matang untuk memenuhi kebutuhan selama periode liburan. “Jadi tidak perlu panik, tidak ada panic buying karena stok mencukupi untuk kebutuhan Lebaran maupun BBM,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait pengamanan arus mudik, Polda Banten telah menyiapkan skenario khusus. Rencananya, petugas gabungan dari polisi dan TNI akan diterjunkan untuk mengawal setiap kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Ciwandan. Tujuannya jelas: menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan laut.

“Kita menurunkan pengamanan di atas kapal sesuai SOP. Kita melibatkan anggota baik dari Brimob maupun Polair,” ujar Hengki.

Ia melanjutkan, “Setiap pemberangkatan kapal, baik berangkat maupun kembali, diamankan oleh Brimob maupun Polair. Di sana juga sudah ada unsur TNI, jadi terpadu.”

Soal infrastruktur pendukung, Hengki mengakui memang masih ada beberapa titik yang sedang dalam tahap penyempurnaan. Beberapa ruas jalan tol, misalnya, masih dalam proses pengerjaan akhir termasuk pengecatan marka jalan. Meski begitu, secara umum sarana untuk pemudik sudah siap digunakan.

“Ada seperti jalan tol yang masih disempurnakan, termasuk marka jalan yang sedang dicat dan sebagainya,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar