Untuk memastikan dana itu mengalir ke proyek-proyek yang tepat, pemerintah sudah membentuk unit khusus. Namanya JETP Delivery Unit. Tugasnya mengoordinasikan penyaluran dana, baik yang konsesional maupun komersial itu.
Sayangnya, prosesnya masih terasa lambat. Realisasi penyaluran dana hingga saat ini baru menyentuh sekitar 18 persen dari total komitmen. Padahal, waktu terus berjalan.
Di sisi lain, ada hal lain yang tak boleh dilupakan. Transisi energi bukan cuma soal membangun pembangkit ramah lingkungan. Farah menekankan, aspek keterjangkauan bagi masyarakat harus tetap jadi prioritas utama.
Jadi, tantangannya berlapis. Dari urusan mengumpulkan dana triliunan, memastikan penyalurannya tepat sasaran dan cepat, hingga menjaga agar rakyat biasa tetap bisa menikmati listrik dengan harga yang wajar. Semua harus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Polri Imbau Masyarakat Laporkan Pemaksaan THR Jelang Lebaran
Menteri ATR Tegaskan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Meski Ada Kebijakan WFA
Transformasi BRI Berbuah, Rasio CASA Kuat di 70,6% dan DPK Tembus Rp1.467 Triliun
Menko Infrastruktur AHY Perintahkan PU Kerja Pagi-Siang-Malam Siapkan Jalan untuk Mudik 2026