Suasana Main Atrium Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar pada 19-20 Januari lalu jauh dari biasa. Bukan deru belanja yang mendominasi, melainkan bunyi logam beradu dan sorak-sorai penonton. Ya, untuk ketiga kalinya sejak 2024, mal ini kembali jadi tuan rumah Fencing Competition, hasil kolaborasi solid dengan komunitas anggar Sir Idar Fencing.
Event ini jelas bukan sekadar acara satu-satunya. Ia telah menjelma jadi agenda olahraga yang ditunggu, sekaligus wadah penting buat atlet-atlet muda anggar di Makassar dan sekitarnya untuk mengasah kemampuan. Antusiasme terlihat nyata.
Bayangkan saja, total peserta yang mendaftar mencapai 81 atlet! Mereka berasal dari beragam jenjang usia, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar hingga mahasiswa. Empat kategori dipertandingkan: Degen, Floret, dan Sabel untuk putra dan putri, plus kategori Mix Team beregu. Keragaman ini menunjukkan bahwa olahraga anggar ternyata punya daya tarik yang luas di kalangan generasi muda.
Yang menarik, daya pikat kompetisi ini ternyata melampaui batas kota. Tak cuma dari Makassar, atlet-atlet muda juga berdatangan dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan, sebut saja Kabupaten Wajo dan beberapa wilayah lain. Hal ini membuktikan bahwa ajang di MaRI sudah punya nama di tingkat regional. Di sini, mereka tak cuma berkompetisi, tapi juga bertemu, bertukar cerita, dan saling menginspirasi dalam atmosfer yang sehat.
Acara yang berlangsung marathon dari pukul 10 pagi hingga 10 malam itu akhirnya ditutup dengan seremoni pemberian medali. Momen penghargaan bagi para pemenang di setiap kategori itu jadi puncak yang manis setelah dua hari penuh ketegangan.
Pendiri Sir Idar Fencing, Isnawaty Sir Idar, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, event seperti ini punya dampak yang sangat nyata bagi mental atlet.
“Kami sangat terbantu. Kompetisi ini bikin semangat para atlet tetap terjaga, apalagi jelang turnamen besar kayak Porprov nanti di akhir tahun. Kerja sama dengan MaRI selalu menyenangkan. Latihan biasa beda rasanya dengan langsung turun di arena seperti ini. Pasti ada deg-degannya, semangat berkompetisinya juga tetap hidup,” ujar Isnawaty.
Untuk menambah greget, panitia juga menghadirkan bintang tamu spesial: atlet anggar nasional yang pernah berlaga di SEA Games, Muh. Rifyal Ramadhan (24 tahun). Kehadiran atlet yang juga jago di pentathlon ini jelas jadi pemantik motivasi dan inspirasi bagi para peserta muda.
Dukungan dari pihak mal sendiri juga sangat kuat. Rasmila Sari Suaib, Sales & Marketing General Manager Kalla Property, menegaskan komitmen itu.
“Mal Ratu Indah nggak cuma tempat belanja. Ini adalah ruang publik untuk mendukung kegiatan positif, termasuk olahraga. Kami yakin Fencing Competition bisa jadi sarana pembinaan atlet sekaligus memberi pengalaman berbeda buat pengunjung MaRI,” ungkap Rasmila.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan komunitas olahraga semacam ini diharapkan terus berlanjut. Bagian dari upaya MaRI untuk selalu menghadirkan program yang edukatif dan bernilai bagi masyarakat luas.
Penyelenggaraan tahun ini juga diwarnai kehadiran tokoh-tokoh penting. Dr. Ir. H. Muh. Fuad Aziz DM, Ketua IKASI Kota Makassar Terpilih, dan Azhar Fachri dari KONI Makassar turut hadir memberi sambutan pada penutupan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan nyata bagi perkembangan anggar di daerah.
Pada akhirnya, melalui Fencing Competition Season 3 ini, Mal Ratu Indah berharap bisa terus menjadi ruang pertemuan yang hidup. Tempat di mana komunitas, atlet, dan masyarakat bisa berkolaborasi, menciptakan pengalaman berkesan lewat olahraga yang penuh semangat.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Kesembilan di FP2 Moto3 Spanyol, Tunjukkan Ketahanan Mental di Tengah Tekanan
Dewa United Balikkan Keadaan, Kalahkan Madura United 2-1 dan Buka Peluang Empat Tim Zona Degradasi
Marc Marquez Rebut Pole Position MotoGP Spanyol 2026, Kualifikasi Diwarnai Insiden Pembalap
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Usai Kalahkan Gresik Phonska Plus, Raih Gelar Back-to-Back