Polisi Ungkap Linggis sebagai Alat Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi

- Rabu, 11 Maret 2026 | 13:45 WIB
Polisi Ungkap Linggis sebagai Alat Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi

Di sebuah perumahan di Bekasi, Jawa Barat, suasana mencekam menyelimuti kediaman pensiunan karyawan JICT, Ermanto Usman. Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa pria itu. Tak hanya itu, sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh penyidik.

Barang-barang bukti itu kemudian dipertontonkan di depan awak media, Rabu (11/3/2026), di ruang konferensi pers Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Di atas meja, tergeletak sebuah linggis yang menjadi alat utama pembunuhan. Selain itu, ada juga uang tunai, tiga ponsel, satu laptop, dan sebilah gunting. Semuanya sudah dalam penyimpanan pihak berwajib.

Menurut keterangan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, pelaku mengaku memukul korban dengan linggis itu. "Hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis dan membuang linggis di tanah kosong depan rumah korban," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/3).

Pelaku sendiri berhasil diringkus oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya. Penangkapan terjadi Senin (9/3) petang, tepatnya pukul 18.54 WIB, di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Kejadian nahasnya sendiri sudah berlangsung seminggu sebelumnya, tepatnya pada Senin (2/3).

Cerita bermula dari keheningan dini hari yang tak biasa. Biasanya, anak korban dibangunkan untuk sahur oleh orang tuanya. Tapi pagi itu, jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB dan tak ada yang membangunkannya. Ia sempat mendengar suara ibunya, sayangnya samar-samar.

Saat ia mencoba menghampiri, malang gagang pintu kamar orang tuanya sudah rusak dan tak bisa dibuka. Panik, ia pun berusaha minta tolong.

"Akhirnya dia keluar minta tolong di warga. Warga enggak ada, kosong karena dini hari kan. Akhirnya teleponlah keluarganya, keluarganya datang. Nah kemudian dia bongkarlah jendela itu," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, saat itu.

Pemandangan mengerikan yang menyambut mereka. Ermanto Usman sudah tak bernyawa, tubuhnya bersimbah darah. Istrinya selamat, tapi dengan luka berat. Kondisinya kritis dan masih berjuang di rumah sakit.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar