Pemerintah sudah mulai memetakan arus mudik Lebaran tahun depan. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, membeberkan titik-titik yang diprediksi bakal jadi pusat keramaian. Simpul transportasi itu tersebar dari stasiun, bandara, sampai pelabuhan penyeberangan.
Kalau bicara kereta api, pergerakan penumpang diperkirakan bakal membludak menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dari sisi keberangkatan, stasiun-stasiun di Jakarta masih mendominasi. Pasar Senen dan Gambir, misalnya, pasti jadi langganan padat. Tak ketinggalan sejumlah titik di Jawa Barat, mulai dari Bekasi dan Cikarang, hingga Bandung.
“Sedangkan untuk tujuan, secara umum di Jawa Tengah dari mulai Solo Balapan, Lempuyangan, Purwokerto, dan Kutoarjo. Kemudian di Provinsi DIY itu di Stasiun Tugu dan Lempuyangan,”
kata AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Di sisi lain, pemerintah juga tak lupa mengawasi kesiapan transportasi udara. Menurut AHY, pergerakan penumpang pesawat kemungkinan besar masih didominasi dari Bandara Soekarno-Hatta. Tujuannya beragam, terutama untuk perjalanan lintas pulau.
“Kita harapkan cuaca juga bersahabat sehingga tidak terlalu mengganggu on time performance dari pesawat-pesawat yang akan digunakan,”
tambahnya.
Namun begitu, jangan lupakan jalur laut. Pelabuhan juga bakal jadi salah satu simpul yang sibuk. Kapal laut diperkirakan akan banyak dipilih masyarakat yang hendak mudik ke wilayah Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
“Yang berikutnya terkait dengan pelabuhan laut. Pelabuhan laut ini juga sangat esensial karena kita harus melayani jutaan masyarakat yang bisa menggunakan kapal-kapal laut ini untuk bisa mudik ke berbagai wilayah, terutama ke arah Indonesia Timur, Sulawesi, tentu juga Maluku dan Nusa Tenggara,”
jelasnya.
Sementara untuk penyeberangan antarpulau, sorotan utama ada di jalur Merak-Bakauheni. Titik ini selalu jadi yang terpadat karena menjadi penghubung vital antara Jawa dan Sumatera. Untuk mengurai kemacetan, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya, dengan membuat buffer zone atau area penyangga di tempat peristirahatan, plus sistem penundaan untuk mengatur arus kendaraan agar tidak menumpuk di pelabuhan.
“Misalnya, dengan menyiapkan buffer-buffer zone di tempat-tempat peristirahatan sejenak sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sudah lebih dulu datang dan punya tiket. Sedangkan yang lainnya digunakan sistematika yang namanya delaying system. Selain juga tentunya nanti ada pengaturan yang lebih baik. Ini kita pastikan baik penyeberangan asal maupun penyeberangan tujuan, termasuk yang di Jawa Timur,”
pungkas AHY.
Nah, berikut ini peta simpul transportasi yang diprediksi paling padat saat Lebaran nanti:
Kereta Api
Stasiun asal: Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikarang, Bandung.
Stasiun tujuan: Purwokerto, Lempuyangan, Solo Balapan, Kutoarjo, Yogyakarta.
Bandar Udara
Bandara asal: Soekarno Hatta, Minangkabau, Supadio, I Gusti Ngurah Rai, Sultan Hasanuddin.
Bandara tujuan: Kualanamu, Soekarno Hatta, Juanda, Yogyakarta, Sultan Hasanuddin.
Terminal Bus
Terminal asal: Kampung Rambutan, Pulogebang, Bekasi, Kalideres, Purbaya Bungurasih.
Terminal tujuan: Tasikmalaya, Lewuipanjang, Wonogiri, Tirtonadi, Purbaya Bungurasih.
Pelabuhan
Pelabuhan asal: Tanjung Priok, Tanjung Perak, Semayang, Soekarno-Hatta Makassar, Yos Sudarso Ambon.
Pelabuhan tujuan: Tanjung Priok, Tanjung Perak, Soekarno-Hatta Makassar, Bau-bau, Yos Sudarso Ambon.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu
Pencairan PKH Tahap II 2026 Dimulai, Pemerintah Percepat Jadwal Demi Efisiensi Data
Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027-2029
BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu Agen, Volume Transaksi Capai Rp3,52 Triliun