Awal tahun 2026 ini, PT RMK Energy Tbk (RMKE) tampaknya tak mau buang waktu. Emiten yang bergerak di bidang logistik dan perdagangan batu bara ini terus menggenjot ekspansi, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur dan menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra tambang. Langkah-langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan berjalan beriringan dengan laporan kinerja operasional yang terpantau cukup menggembirakan.
Pada Januari lalu, misalnya, volume pengangkutan batu bara via hauling road mereka melonjak drastis. Angkanya mencapai 167,5 ribu ton. Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 16,3 ribu ton naik lebih dari sembilan kali lipat. Kalau dihitung total pengapalan ke kapal tongkang, volumenya bahkan menyentuh 703 ribu ton sepanjang bulan pertama tahun ini.
Yang menarik, pencapaian ini terjadi di saat industri biasanya masih lesu. Awal tahun kerap dianggap sebagai masa sepi bagi sektor pertambangan. Tapi RMKE justru mencatatkan lonjakan.
Tak cuma di logistik, segmen perdagangan mereka juga ikut meroket. Penjualan batu bara di Januari 2026 tercatat 513,6 ribu ton. Jumlah itu melampaui realisasi setahun sebelumnya, yang hanya seperempatnya. Peningkatan hampir empat kali lipat ini jelas memberi angin segar.
Dari kacamata keuangan, manajemen melihat tren perbaikan yang konsisten. Laporan internal untuk kuartal IV 2025 menunjukkan, RMKE membukukan pendapatan sekitar Rp1,1 triliun. Laba bersihnya berada di kisaran Rp105 miliar. Menariknya, capaian satu kuartal terakhir itu setara dengan akumulasi kinerja mereka di tiga kuartal sebelumnya. Artinya, ada akselerasi yang signifikan di akhir tahun.
Di sisi lain, perusahaan juga baru saja merampungkan aksi korporasi. Mereka menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pendopo Energi Batubara (PEB). Inti kerjasamanya adalah pengembangan infrastruktur tambang dan optimalisasi logistik batu bara di Sumatera Selatan.
Artikel Terkait
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Akhiri Program Buyback Saham Lebih Cepat
IHSG Dibuka Menguat 0,59%, Mayoritas Sektor Catatkan Kenaikan
IEA Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar, Bursa Asia Merespons Positif
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp3,08 Juta