Banjir dan tanah longsor yang menerjang beberapa wilayah di Sumatera belakangan ini tentu menyisakan keprihatinan. Tak hanya soal keselamatan, urusan ekonomi warga yang terdampak juga jadi perhatian. Menanggapi hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan sudah menyiapkan sejumlah langkah khusus untuk membantu nasabahnya yang kena musibah.
Menurut Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dampak bencana ini terhadap kinerja keuangan bank secara keseluruhan diprediksi tak akan signifikan. Skala operasional BRI yang sangat besar dan portofolionya yang terdiversifikasi disebut menjadi alasannya.
“Enggak besar (dampaknya), BRI kan besar sekali,”
ujarnya di sela-sela acara peluncuran BRI Corporate Branding di Jakarta, Selasa lalu.
Dia melanjutkan, untuk wilayah Aceh, dampaknya terbilang minimal. Fokus penanganan justru lebih ke daerah lain seperti Medan, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kalau di Aceh hampir tidak ada. Yang ada itu di Medan, kemudian di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kita sudah punya angkanya dan sedang kita dalami,” jelas Heru.
Namun begitu, di luar hitung-hitungan finansial perusahaan, BRI menegaskan sikapnya akan berpihak pada nasabah. Kebijakan yang diambil nantinya dijanjikan tidak akan memberatkan mereka yang sedang susah.
“Nanti bagaimana restrukturisasinya tergantung kebijakan bank, tetapi intinya kita tidak akan memberatkan nasabah,”
tegasnya.
Langkah ini sebenarnya sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memang mengatur perlakuan khusus bagi debitur korban bencana alam. Opsi restrukturisasi kredit pun menjadi salah satu kemungkinan yang bisa ditempuh, sebagai bagian dari kebijakan industri perbankan secara lebih luas.
Artikel Terkait
MNC Energy Resmi Berganti Nama Jadi Karya Pacific Energy, Target Produksi Batu Bara 7,8 Juta Ton pada 2026
MSCI Kembali Pertahankan Status Indonesia sebagai Negara Berkembang, Soroti Dua Masalah Struktural
MSCI Kembali Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, OJK Sebut Fundamental Ekonomi Jadi Daya Tarik Investor Global
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Pasar Modal Indonesia, OJK: Momentum Percepat Reformasi