OJK Proyeksikan Kredit UMKM Tumbuh 7-9% pada 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 06:20 WIB
OJK Proyeksikan Kredit UMKM Tumbuh 7-9% pada 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya proyeksi yang cukup optimis untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Di tahun 2026 nanti, penyaluran kredit UMKM diprediksi bakal melesat antara 7 sampai 9 persen. Angka itu dilihat dari pertumbuhan tahunan atau year-on-year.

Lantas, apa yang jadi pendorongnya? Ternyata, keyakinan konsumen yang makin menguat jadi salah satu faktor utama. Ditambah lagi, prospek ekonomi nasional yang cerah serta kebijakan pembiayaan yang terus digenjot oleh OJK bersama pemerintah. Kombinasi ini diharapkan bisa jadi motor penggerak.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menegaskan komitmen lembaganya. Menurutnya, upaya memperluas akses pembiayaan yang mudah dan inklusif bagi pelaku UMKM bukan sekadar program. Itu akan menjadi pilar penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun begitu, situasi saat ini tak sepenuhnya mulus. Data per Januari 2026 mencatat, penyaluran kredit ke UMKM berada di angka Rp1.482,9 triliun. Jumlah itu setara dengan 17,33 persen dari total kredit yang disalurkan. Yang menarik, angka itu justru mengalami moderasi atau perlambatan sebesar 0,53 persen secara tahunan.

Meski ada penurunan, Dian meyakini fundamental sektor UMKM sebenarnya tetap terjaga dengan baik. Lalu, apa penyebab perlambatan tadi?

Di sisi lain, industri perbankan justru masih menatap masa depan dengan optimisme. Mereka yakin target pertumbuhan 7-9 persen di tahun 2026 masih sangat mungkin tercapai. Keyakinan ini salah satunya bersumber dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat positif di level 127,00 persen di awal tahun. Sementara Consumer Price Index ada di 109,75 persen. Kedua indikator ini menunjukkan tren naik dalam setahun terakhir, sebuah sinyal optimisme masyarakat terhadap perekonomian.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar