Di tengah acara buka puasa bersama para wartawan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, kemarin, Gubernur Luthfi menyuarakan hal yang tegas. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi adalah hak publik yang mutlak. "Saya perintahkan semua terbuka, jangan ada yang ditutupi," tegasnya. Menurut Luthfi, prinsip ini harus dijalankan secara blak-blakan, bukan cuma untuk kalangan pers, tapi juga masyarakat luas yang berhak bertanya. Di situlah letak akuntabilitasnya.
"Harus terbuka. Tidak hanya untuk wartawan, tetapi masyarakat boleh tanya," ujarnya lagi dalam keterangan tertulis yang dirilis Rabu (11/3/2026).
Acara silaturahmi itu sendiri bukan sekadar formalitas. Luthfi melihatnya sebagai momentum untuk merajut kolaborasi. Ia menggandeng insan pers, mengajak mereka bersama-sama membangun Jawa Tengah. Media, dalam pandangannya, punya peran strategis sebagai sarana penyebaran informasi sekaligus edukasi. Untuk itu, masukan dan kritik dari wartawan juga masyarakat sangat dibutuhkan.
"Tugas jurnalis sama dengan kita (pemerintah), dalam rangka untuk mendidik dan membangun masyarakat," kata Luthfi.
Artikel Terkait
Disparbud DKI Rekomendasikan 7 Masjid untuk Iktikaf di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Pria 54 Tahun Tewas Tembak Diri Diduga karena Masalah Pribadi di Bintaro
Polda Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pos Komando untuk Mudik Lebaran 2026
Trump Ragui Kemampuan Pemimpin Baru Iran untuk Berdamai dengan AS