Kabupaten Aceh Tamiang perlahan bangkit. Pasca banjir dan longsor yang menghantam, lumpur mulai dibersihkan, dan aktivitas pemerintahan pelan-pulai menyala kembali. Di tengah proses pemulihan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan khusus bagi para praja IPDN dan ASN yang ditugaskan di sana.
Bagi Tito, tugas pascabencana ini bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa. Lebih dari itu, ia menyebut momen ini sebagai ruang kelas nyata. Sebuah praktik langsung ilmu pemerintahan yang tak semua angkatan bisa dapatkan.
"Mempraktikkan ilmu pemerintahan dalam negeri. Yang belum tentu semua angkatan lain, di tahun-tahun ke depan, atau tahun-tahun sebelumnya, mengalami pengalaman yang dialami adik-adik semua," ujar Tito, Selasa (3/2/2026) lalu.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Apel Pemulangan Personel Satgas Gelombang I, tepatnya di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Memang, daerah ini termasuk yang paling parah terdampak. Letaknya di dataran rendah dan dilintasi sungai besar membuatnya menerima limpahan air dari hulu. Akibatnya, kerusakan meluas, tak terkecuali pada kantor-kantor pemerintah yang jadi tulang punggung layanan.
Nah, menurut Tito yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, justru di situlah indikator keberhasilan pemulihan diukur.
"Indikator terpenting adalah pemerintahan, apakah pemerintahnya berjalan atau tidak. Karena pemerintahan pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas," tegasnya.
Ia merinci, tolok ukurnya mulai dari kantor pemerintahan yang berfungsi, akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga listrik dan komunikasi. Bahkan, geliat ekonomi masyarakat juga jadi penanda.
Setelah sebulan berjibaku dengan lumpur, hasilnya mulai kelihatan. Sejumlah kantor sudah dibersihkan dan bisa dipakai lagi. Itu modal berharga untuk menggerakkan roda pelayanan.
"Oleh karena itulah kita yang lakukan adalah kita fokus pada kantor, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN khususnya untuk mulai bekerja kembali," kata Tito.
Di akhir amanatnya, ia berharap semangat gotong royong itu tetap menyala. Tito juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat; praja IPDN, ASN Kemendagri, pemda, serta TNI dan Polri.
"Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Semangat ya Bapak-Ibu ya," serunya.
Ia menambahkan, "Semangat harus, karena nasib masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan Bapak-Ibu (ASN Aceh Tamiang) sekalian. Kami hanya mendorong untuk kembali normal."
Artikel Terkait
Iran Peringatkan AS agar Tak Eskalasi Militer di Selat Hormuz di Tengah Klaim Serangan Terbaru
Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Rekomendasi ke Presiden, Usul Revisi UU hingga 2029
Presiden Prabowo Panggil Menteri Ekonomi Bahas Tekanan Rupiah dan Penguatan Fundamental
Kapolri Pastikan Seluruh Rekomendasi Komisi Reformasi Polri Segera Direalisasikan