Ia merinci, tolok ukurnya mulai dari kantor pemerintahan yang berfungsi, akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga listrik dan komunikasi. Bahkan, geliat ekonomi masyarakat juga jadi penanda.
Setelah sebulan berjibaku dengan lumpur, hasilnya mulai kelihatan. Sejumlah kantor sudah dibersihkan dan bisa dipakai lagi. Itu modal berharga untuk menggerakkan roda pelayanan.
"Oleh karena itulah kita yang lakukan adalah kita fokus pada kantor, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN khususnya untuk mulai bekerja kembali," kata Tito.
Di akhir amanatnya, ia berharap semangat gotong royong itu tetap menyala. Tito juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat; praja IPDN, ASN Kemendagri, pemda, serta TNI dan Polri.
"Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Semangat ya Bapak-Ibu ya," serunya.
Ia menambahkan, "Semangat harus, karena nasib masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan Bapak-Ibu (ASN Aceh Tamiang) sekalian. Kami hanya mendorong untuk kembali normal."
Artikel Terkait
Bareskrim Perluas Jerat Tersangka Kasus IPO PIPA, Kantor Underwriter Digeledah
Prabowo Siap Mundur dari Dewan Perdamaian Jika Dinilai Tak Berpengaruh
Lampu Lalin Raib, Warga Ambil Alih Perbaiki Jalan Berlubang di Penjaringan
KAI Genjot Frekuensi Kereta Rangkasbitung, Targetkan Headway 4 Menit pada 2029