THR Rp22,8 Triliun untuk ASN dan Pensiunan Telah Tersalurkan

- Rabu, 11 Maret 2026 | 08:15 WIB
THR Rp22,8 Triliun untuk ASN dan Pensiunan Telah Tersalurkan

Lebih dari 2 juta aparatur sipil negara dan 3,6 juta pensiunan se-Indonesia kini sudah merasakan cairnya Tunjangan Hari Raya. Kementerian Keuangan melaporkan, penyaluran dana THR itu rampung hingga Selasa (10/3/2026) lalu. Angkanya cukup besar, mencapai Rp22,8 triliun yang sudah benar-benar sampai ke tangan penerima.

Deni Surjantoro, sang Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, memberikan rinciannya. Untuk pegawai pusat saja, dana yang mengucur sudah menembus Rp11,16 triliun. Jumlah itu diterima oleh tepat 2.076.377 orang pegawai atau personel.

"Aparatur Negara pada Pemerintah Pusat, jumlah realisasi THR yang telah dibayarkan pada tanggal 10 Maret 2026 adalah sebesar Rp11,16 triliun untuk 2.076.377 pegawai/personel,"

Begitu penjelasan Deni dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu kemarin. Kalau dirinci per kategori, PNS menerima Rp6,12 triliun. Lalu ada PPPK dengan Rp752,82 miliar. Untuk anggota Polri dan prajurit TNI, masing-masing mendapat alokasi Rp1,84 triliun dan Rp2,23 triliun. Tak ketinggalan, PPNPN juga kebagian Rp153,42 miliar.

Di sisi lain, progres untuk para pensiunan justru lebih cepat. Bahkan sangat cepat. Hampir mendekati seratus persen, tepatnya 94,63% atau senilai Rp11,54 triliun sudah terdistribusi. PT Taspen menyalurkan bagian terbesarnya, Rp10,1 triliun. Sementara itu, PT Asabri bertanggung jawab atas Rp1,44 triliun untuk para purnawirawan.

Namun begitu, ceritanya agak berbeda di tingkat daerah. Realisasi per 9 Maret tercatat masih Rp127,6 miliar untuk kurang dari 17 ribu pegawai. Persentasenya masih sangat kecil, baru 0,54% dari total pemda. Tapi ini bukan tanpa alasan.

Rendahnya angka itu terjadi karena proses pengajuan dari tiap instansi daerah memang masih berjalan. Mereka belum semuanya mengirimkan berkas administrasi yang diperlukan. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah meyakinkan bahwa dana THR ini sudah disiapkan dengan sangat matang. Siap dikucurkan sepenuhnya.

Dan memang, anggaran yang disiapkan pemerintah tahun ini tak main-main. Totalnya Rp55 triliun, naik sekitar 10% dari tahun lalu yang 'hanya' Rp49 triliun. Penyalurannya dilakukan bertahap sejak akhir Februari. Targetnya, semua harus tuntas paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran Idulfitri 1447 H nanti.

Kenaikan alokasi ini, tentu saja, bukan tanpa harapan. Pemerintah berharap ia bisa menjadi stimulan. Memompa daya beli masyarakat di saat yang tepat, menjelang hari raya, dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Semuanya berjalan sesuai rencana, tinggal menunggu proses di daerah mengejar ketertinggalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar